BATANG — Kabar mengenai kondisi Muhammad Amirul Umam, korban pembacokan, langsung menyebar cepat di berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Pesan berantai menyebutkan korban tidak mendapat penanganan serius karena terkendala biaya operasi belasan juta rupiah.
Direktur RSUD Kalisari Batang, dr. Any Rusydiani, M.Kes membantah keras kabar miring tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan menyesatkan publik.
“Pasien itu tidak darurat, dan sudah direncanakan operasi besok, Kamis 11 September 2025,” ujar dr. Ani melalui sambungan telepon.
Amirul Umam, siswa MTs NU 01 Karangasem Utara menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh kelompok gangster di kawasan Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Batang. Jari tangannya terluka parah hingga harus mendapat perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang.
“Anak tersebut sekarang sudah masuk ruang Dahlia. Jadi kalau ada informasi korban yang diduga dibacok gangster tidak mendapat penanganan medis, itu tidak benar,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Ani menjelaskan bahwa biaya operasi korban akan ditanggung sepenuhnya oleh RSUD Kalisari Batang.
Ia menyebut kasus kekerasan seperti ini memang tidak masuk dalam cakupan BPJS Kesehatan.
“Iya memang kalau kasus-kasus kekerasan oleh gangster tidak dicover BPJS Kesehatan,” jelasnya.
“Sehingga biaya yang timbul atas tindakan operasi ditanggung RSUD Kalisari Batang.”
Dengan demikian, keluarga korban tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya operasi maupun perawatan.
Pernyataan RSUD Batang ini sekaligus mematahkan isu liar yang beredar di media sosial.
Rumah sakit memastikan tetap mengedepankan nilai sosial dan keselamatan pasien di atas profit.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik tanpa membebani keluarga korban,” tegas dr. Ani.
Langkah ini disambut lega keluarga Amirul yang sebelumnya diliputi kebingungan karena isu biaya yang membengkak.
Sementara itu, pihak kepolisian juga angkat bicara soal dugaan pembacokan yang menimpa Amirul.
Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Masih kita cek,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi awak media.
Warga berharap aparat segera menindak tegas kelompok pelaku kekerasan yang meresahkan masyarakat.
Kasus pembacokan di Batang ini menambah daftar panjang aksi brutal geng jalanan yang menargetkan pelajar.