Pemalang — Kepolisian Resor Pemalang mengungkap perkembangan terbaru kasus pembunuhan wanita berinisial K (35), yang ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi tangan dan kaki terikat di kamar mandi sebuah rumah di Perumahan Bale Agung, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang, pada Minggu (23/11/2025).
Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Johan Widodo, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan mayat tersebut pada Minggu malam, kemudian langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses olah TKP melibatkan tim Inafis Polres Pemalang dan tenaga medis dari Puskesmas Pemalang.
"Saat ditemukan korban berada di kamar mandi, badan, kaki dan tangan terikat tambang plastik, kepalanya dibungkus plastik,” ujar AKP Johan. Senin (24/11/2025).
Dari hasil pemeriksaan awal, tim medis menemukan luka di bagian kepala korban akibat hantaman benda tumpul. Tidak ditemukan bekas senjata tajam. Perkiraan waktu kematian sekitar 12 jam sebelum jenazah ditemukan.
Penyelidikan terus dilakukan. Polisi menegaskan telah mengantongi identitas terduga pelaku, meski yang bersangkutan hingga kini belum ditemukan.
“Hasil dari penyelidikan kami sudah kantongi indikasi terduga pelaku. Walau yang bersangkutan belum ditemukan, kami masih berupaya untuk ditemukan,” tegasnya.
Kasatreskrim menambahkan, korban dan terduga pelaku diketahui saling mengenal. Rumah yang menjadi tempat kejadian merupakan rumah singgah yang ditempati terduga pelaku.
Dalam pemeriksaan saksi, diperoleh informasi bahwa keduanya memiliki kedekatan. Korban disebut sudah bersuami dan suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Sementara terduga pelaku diketahui telah memiliki istri yang berprofesi sebagai nelayan.
Sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi, termasuk tali tambang, plastik yang digunakan untuk membungkus kepala korban, ceceran darah, serta sepasang sandal yang diduga milik terduga pelaku.
Jasad korban kini berada di RSUD Dr. Ashari Pemalang. Polres Pemalang bekerja sama dengan Bidokkes Polda Jateng menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Penyebab kematian masih kami dalami. Hasil autopsi masih menunggu dari pihak Dokkes,” pungkas AKP Johan Widodo.
Polisi masih memburu terduga pelaku dan melakukan pendalaman terhadap motif di balik pembunuhan tersebut.