BATANG — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Batang mematok target meloloskan 10 atlet silat ke Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng) 2026.
Hal itu disampaikan Ketua IPSI Kabupaten Batang, Danang Aji Saputra di sela-sela pembukaan Babak Kualifikasi Porprov Jateng 2026 yang berlangsung pada 23–26 November 2025.
Kabupaten Batang menjadi tuan rumah even itu dan dilaksanakan di GOR Abirawa.
“Ya semoga ada peningkatan. Di Porprov yang di Blora itu kita hanya bisa lima atlet yang lolos. Semoga tahun ini bisa meloloskan minimal 10 atlet,” tegas Danang, Senin 24 November 2025.
Saat ini, Batang menurunkan 33 orang, terdiri dari 28 atlet dan lima official.
Optimisime itu datang karena salah satu andalan mereka adalah Nadzif Ainul Fikri, atlet kelahiran Batang 7 Mei 2002 turut serta.
Nadzif baru saja meraih emas Internasional Indonesian Open Championship kelas A Putra tahun ini.
Rekam jejaknya tidak main-main mulai dari Emas Popda Jateng 2018, Perunggu Popwil III 2018, Perunggu Kejurnas PPLP 2018 serta Perak Kejurnas PPLP 2019.
Prestasi tersebut menjadi modal besar bagi Batang untuk kembali bersaing dan menambah peluang lolos Porprov.
Tuan Rumah BK Porprov
Ketua IPSI Kabupaten Batang, Danang Aji Saputra, menyampaikan bahwa perjuangan untuk menjadi tuan rumah bukan proses yang singkat.
“Perjuangan kami untuk menjadi tuan rumah babak kualifikasi Porprov telah melalui proses seleksi, akhirnya Batang terpilih jadi tuan rumah,” ujarnya.
Danang menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana sudah disiapkan secara menyeluruh.
“Kita sudah persiapkan secara maksimal dari sisi sarpras. GOR Abirawa dan GOR lainnya sudah kita siapkan maksimal, termasuk akomodasi dari panitia provinsi dan juga official juri sudah kita fasilitasi semuanya,” katanya.
Babak kualifikasi ini diikuti hampir 800 peserta yang terdiri dari atlet dan official dari seluruh Jawa Tengah.
“Jumlah hampir 800 orang, atlet dan official,” ungkap Danang.
Semua kelas pertandingan dibuka, baik putra maupun putri.
“Yang dilombakan semua kelas. Putra dari kelas A sampai J, kemudian tunggal, ganda, dan beregu. Untuk putri kelas A sampai F dan juga tunggal, ganda, serta beregu,” jelasnya.
Para atlet akan memperebutkan tiket delapan besar di masing-masing kelas untuk memastikan lolos ke Porprov 2026.
“Setiap kelas ditandingkan dengan 35 kabupaten, nanti diambil delapan besar yang lolos,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah babak kualifikasi, Batang tidak hanya memfasilitasi kompetisi, tetapi juga menempatkan diri sebagai salah satu pusat pengembangan pencak silat di Jawa Tengah.
Dengan kesiapan sarana, kesiapan atlet, serta dukungan masyarakat, misi meloloskan minimal 10 atlet ke Porprov 2026 bukan sekadar target—tetapi tekad nyata.