BATANG — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-42 di Kabupaten Batang diwarnai apresiasi pada pelatih berprestasi.
Pemerintah Kabupaten Batang memberikan bantuan kepada pelatih berprestasi nasional sebesar Rp21 juta dan pelatih berprestasi lokal Rp15 juta.
Pelatih Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Batang, Yusnita, mengaku lega atas perhatian pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, perhatian dari pemerintah itu sangat kami butuhkan. Sinergi antara pelatih, pengurus, pemerintah daerah, dan atlet sangat penting untuk menunjang pembinaan ke depan,” ujarnya, Jumat 12 September 2025 di halaman Pendapa Kabupaten Batang.
Menurutnya, apresiasi ini jangan berhenti di momen tahunan saja.
Pelatih berharap dukungan berupa kontrak, insentif, serta peningkatan fasilitas bisa terus berjalan mengikuti perkembangan zaman.
Yusnita menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak cukup hanya di lapangan.
Dukungan nyata diperlukan untuk mengirim atlet ke berbagai kompetisi, karena jam terbang bertanding menjadi modal utama untuk naik level.
“Saat ini Batang punya atlet berprestasi di Pelatnas. Selain Kiromal Katibin, ada juga Rerinta dan Ayuning Sekar yang ditempa di tingkat nasional,” terangnya.
Ia menambahkan, mereka butuh dukungan nyata agar bisa konsisten mencetak prestasi.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan arah pengembangan olahraga daerah akan lebih fokus.
“Ke depan, kami akan mengembangkan cabang olahraga yang menjadi kekuatan daerah, misalnya panjat tebing. Kami ingin ketika orang mendengar panjat tebing, mereka langsung teringat Batang,” tegasnya.
Namun, pemerintah juga berjanji tidak akan mengabaikan cabang olahraga lainnya.
Menurut Faiz, strategi pengembangan tetap dilakukan, hanya saja prioritas akan diberikan kepada cabor dengan potensi besar.
Peringatan Haornas Batang 2025 diikuti ratusan peserta dari pelajar, organisasi olahraga, pemerintah, hingga komunitas masyarakat.
Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan bahwa Haornas bukan hanya seremoni tahunan.
“Tahun ini Haornas mengusung tema ‘Olahraga Maju, Indonesia Jaya’. Olahraga bukan hanya urusan prestasi, tetapi juga kesehatan, pendidikan, bahkan ekonomi nasional,” jelasnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar pilihan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Faiz meluncurkan gerakan jalan kaki 3.000 langkah.
Menurutnya, langkah sederhana ini bisa memacu masyarakat Batang untuk membiasakan hidup aktif dan sehat.
“Gerakan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajakan nyata untuk lebih aktif bergerak. Minimal, seharusnya kita bisa 7.000 langkah per hari,” ujarnya.
Ia berharap olahraga benar-benar menjadi budaya masyarakat Batang, sekaligus sarana pembinaan generasi muda untuk berprestasi di level nasional maupun internasional.
“Langkah sederhana seperti jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan lainnya bisa menjadi rutinitas sehat masyarakat Batang,” tandasnya.