Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Minta Berdayakan Perusahaan Lokal, Warga Dua Kecamatan Demo Penambangan Gunung Kapur

DIPLIBATKAN - Warga dua kecamatan di Kabupaten Tegal meminta aktifitas penambangan gunung kapur di Margasari memberdayakan perusahaan lokal. (yeri noveli/radar tegal group)

Slawi — Aktifitas penambangan gunung kapur di Desa Karangdawa Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal didemo warga, Senin 14 Juli 2025. Ratusan warga itu berasal dari beberapa desa di Kecamatan Margasari dan Pagerbarang Kabupaten Tegal.


Mereka berunjuk rasa untuk menyampaikan keinginan dan aspirasinya kepada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, sebagai perusahaan penambang di gunung kapur.


PT Indocement diminta warga untuk memberdayakan perusahaan lokal dalam aktivitas penambangan batu kapur tersebut.


Aksi yang dipusatkan di area penambangan di Desa Karangdawa itu berlangsung tertib dan tanpa mengganggu aktivitas operasional perusahaan. Aksi mendapat pengawalan ketat dari Polres Tegal dan sejumlah anggota TNI.


Warga menuntut agar PT Indocement melibatkan perusahaan lokal sebagai mitra kerja, mengingat penambangan yang telah berlangsung selama lima tahun dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.


"Selama ini Indocement justru bekerja sama dengan perusahaan dari luar daerah, sementara kami warga lokal juga punya badan usaha yang legal dan siap bermitra. Kami hanya ingin diberdayakan, bukan minta uang," kata Majelis, salah satu warga Desa Kalisalak Kecamatan Margasari.


Dia menyatakan, aktivitas penambangan dan hilir mudik puluhan truk pengangkut kapur setiap hari berdampak langsung terhadap lingkungan. Jalan desa rusak, penuh lubang, berdebu saat kemarau, dan berlumpur saat hujan.


Menurut Majelis, sekitar 50 hingga 100 dump truk melintasi jalan desa setiap hari, mengangkut bahan baku semen dari lokasi tambang yang berada di kawasan perbukitan kapur di Desa Karangdawa, Kalisalak, dan Jatilaba Kecamatan Margasari.


Selain itu, warga juga mempertanyakan keberadaan dan penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Selama ini, menurut Majelis, warga tidak pernah menerima bantuan secara langsung dari program CSR perusahaan.

"Kami tidak tahu siapa yang mengelola CSR. Kalau kami mengajukan bantuan, harus pakai proposal dan hanya untuk kegiatan tertentu. Sementara kami terkena dampaknya setiap hari," ujar Majelis.


Koordinator Aksi Unjuk Rasa, Trio Susilo, mengaku sudah mengajukan permintaan kemitraan kepada PT Indocement sejak satu tahun lalu, namun belum mendapat respons serius.


"Kami hanya ingin perusahaan lokal bisa diberi ruang. Secara legalitas kami sudah lengkap, termasuk izin penambangan," cetusnya.


Menanggapi aksi ini, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Indocement di Desa Karangdawa, Usep Saefuloh, menyatakan bahwa seluruh aspirasi warga telah diteruskan ke manajemen pusat.


Namun demikian, dia mengatakan bahwa keputusan terkait kerja sama dengan perusahaan lokal bukan kewenangannya di tingkat lapangan.


“Kami hanya pelaksana. Kami sudah sampaikan aspirasi warga ke manajemen, tetapi keputusan akhir tetap di tangan mereka. Kami sarankan agar dilakukan mediasi kembali secara kekeluargaan,” ujarnya.


Gunung kapur yang ditambang PT Indocement ini merupakan bagian dari konsesi di wilayah Kabupaten Tegal, sedangkan kantor pusat operasional perusahaannya berada di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.


Warga berharap PT Indocement membuka ruang dialog yang lebih luas agar persoalan ini bisa diselesaikan secara adil dan berkelanjutan. Mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk ancaman, melainkan penyampaian aspirasi secara damai.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube