BATANG — Program seragam sekolah gratis untuk SMP negeri di Kabupaten Batang diakui molor oleh Bupati Batang, M Faiz Kurniawan.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengakui keterlambatan seragam gratis untuk SMP Negeri dan menyampaikan permohonan maaf.
Saat ditemui di SMPN 1 Batang, Bupati Faiz menjelaskan bahwa jumlah penerima seragam gratis yang mencapai 20 ribu siswa menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi.
“Ya ada keterlambatan, memang karena mungkin jumlahnya masif, ini nanti akan kami evaluasi,” kata Faiz kepada awak media di SMPN 1 Batang, Senin 14 Juli 2025.
Meski demikian, ia memastikan bahwa seragam merah putih untuk jenjang SD sudah rampung didistribusikan pada hari pertama.
“Kalau SD semuanya sudah, seragam gratisnya hari ini sudah diberikan semua,” tegasnya.
Sementara itu, untuk siswa SMP, distribusi seragam putih biru masih berlangsung bertahap, dan ditargetkan tuntas dalam waktu satu minggu ke depan.
Bupati Faiz juga menepis anggapan bahwa keterlambatan ini mengganggu kegiatan belajar.
Menurutnya, para siswa baru SMP masih menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang tidak mewajibkan langsung memakai seragam baru.
“Toh siswa-siswi SMP hari ini masih MPLS, yang mewajibkan pakai seragam sekolah dasar,” ujarnya.
Namun demikian, kekecewaan tetap dirasakan banyak orang tua dan siswa, terutama mereka yang telah berharap bisa memulai hari pertama sekolah dengan semangat baru dan penampilan rapi.
Program seragam sekolah gratis yang menghabiskan anggaran Rp3,5 miliar ini ditujukan untuk sekitar 20 ribu siswa baru di seluruh Batang.
Faiz menyampaikan bahwa tahun depan program ini akan diperluas untuk mencakup siswa baru di SMP swasta.
“Tahun depan, insyaallah siswa-siswi baru SMP swasta mendapatkan seragam gratis,” janjinya.
Lebih jauh, ia menargetkan bahwa pada tahun 2028 atau 2029 seluruh siswa baru SD dan SMP di Batang akan mendapatkan seragam gratis dari pemerintah daerah, sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan pendidikan.
Di sisi lain, seorang wali murid, Anggraeni memilih membeli seragam putih biru mandiri.
Pada hari pertama masuk sekolah, ia sudah membeli lengkap seluruh seragam untuk anaknya.
"Habis hampir Rp 1 juta, untuk seragam putih biru, pramuka, olahraga, batik dan kotak -kotak," tuturnya.
Ia berharap di masa mendatang, seluruh sejenis seragam untuk siswa baru bisa gratis.