Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

KBB TBIG dan Kadin Institute Gembleng 10 Lulusan SMA jadi Juragan Kuliner

Culinary Micro Business Fellowship KBB TBIG dan Kadin Institute

Pekalongan — Sepuluh anak muda, rata-rata lulusan SMA dan belum punya aktivitas tetap, kini bersiap mengubah nasib lewat bisnis frozen food.


Mereka bukan sekadar dilatih bikin pempek, siomay, atau risol tahu walik, tapi juga dibekali keterampilan manajemen keuangan dan promosi digital.


Program ini bernama Culinary Micro Business Fellowship, hasil kolaborasi Koperasi Bangun Bersama (KBB) dan Kadin Institute dengan dukungan penuh dari Tower Bersama Group (TBIG).


Fellowship sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap pengembangan UMKM di Pekalongan.


Direktur Kadin Institute, Naila Farha, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan proses seleksi yang ketat terhadap para peserta program ini.


“Kami merekrut anak-anak usia produktif dari keluarga kurang beruntung yang punya semangat tinggi untuk berbisnis,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela pelatihan, Sabtu 12 Juli 2025.


Selama 1,5 bulan, para peserta tak hanya belajar membuat makanan beku yang laris di pasaran, tapi juga diajari cara mengemas produk, membuat strategi promosi, hingga mengatur laporan keuangan menggunakan platform digital Saku.


“Kami ingin mereka bisa bertahan dalam bisnis. Jadi tidak hanya bisa produksi, tapi juga mengelola usaha dengan sistematis,” tambah Naila.


Dalam pelatihan ini, peserta dibagi dalam dua kelompok untuk mengelola dua food container yang nantinya dijadikan tempat praktek dan berjualan langsung.


“Dengan begini, mereka belajar kolaborasi dan praktek langsung di lapangan,” katanya.

Menariknya, mentor dalam program ini bukan sembarang pengajar, melainkan praktisi kuliner yang sudah punya tiga outlet aktif dan siap berbagi pengalaman nyata.


Menurut Novita Dwi Handayani, Sekretaris Koperasi Bangun Bersama, pendekatan praktis ini jadi nilai lebih yang membuat pelatihan terasa hidup dan tidak membosankan.


“Kami sengaja undang mentor dari Semarang dan dari lokal Pekalongan yang benar-benar paham pasar dan tantangan dunia usaha kuliner,” jelasnya.


Nanang Tri Purwanto, Ketua Koperasi Bangun Bersama menyebut peserta yang berhasil menunjukkan keseriusan dan kemajuan selama pelatihan akan mendapatkan pendampingan usaha selama satu tahun penuh dari pihak koperasi.


Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan mendapatkan akses permodalan berbasis bagi hasil, dengan skema yang adil dan tidak memberatkan pelaku usaha pemula.


“Tujuan kami bukan sekadar melatih, tapi mengantar mereka jadi pengusaha mandiri,” tegasnya. 


Produk hasil pelatihan ini juga akan dipasarkan melalui jaringan pusat oleh-oleh di Semarang dan Pekalongan.


Novita menambahkan, koperasi sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah outlet untuk menyalurkan produk-produk peserta.


“Kami bantu sampai pemasaran. Jadi mereka tidak dilepas begitu saja,” katanya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube