Brebes — Dua korban yang terkena reruntuhan dropzone Kantor Pemerintah terpadu (KPT) Brebes yang ambruk, Minggu 21 September 2025 saat ini dirawat di Bangsal Cempaka RSUD Brebes. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menjenguk langsung di bangsal nomor satu dan dua, Selasa (23/9/25).
Usai meninjau korban, orang nomor satu di Brebes ini mengungkapkan bahwa korban ambruknya teras KPT ini sudah mendapatkan perawatan dari tim medis setempat. Termasuk yang sempat terjepit reruntuhan kemarin, yaitu Juswanto (39) sudah menjalani operasi.
Sementara, korban satunya lagi bernama Abdullah (35), juga sudah mendapatkan perawatan sesuai dengan kondisinya. Bupati yang akrab disapa Mba Mita ini menambahkan, akan terus memantai kesehatan korban. Yaitu selanjutnya melaksanakan medical check up (MCU) lanjutan.
Pada kesempatan itu, Abdullah mengaku kondisinya sudah membaik saat ini. Warga Desa Pejagan Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes ini masih bengkak di bagian kaki yang mengalami luka.
"Cuma ini (kaki) yang masih bengkak," ungkap Abdullah ditemui di ruang perawatannya di Bangsal Cempaka I nomor 1, seperti dilansir dari laman Radartegal.co.id.
Sebelumnya diberitakan, untuk meringankan biaya pengobatan kedua korban semuanya akan ditanggung pemerintah hingga sembuh. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma juga menuturkan ikut prihatin dengan insiden dropzone KPT Brebes ambruk, Minggu 21 September 2025 lalu. Akibat kejadian itu, dua orang harus menjalani perawatan di RSUD Brebes yaitu Juswanto (39) dan Abdullah (35) warga Kecamatan Tanjung, Brebes.
"Pertama merasa prihatin atas insiden ini. Korban sudah tertangani di RSUD Brebes dan semua biaya kita tanggung sampai sembuh sampai bisa beraktivitas seperti biasanya," kata Paramitha ditemui di kantornya, Senin 22 September 2025.
Dia menjelaskan, pembangunan KPT Brebes baru selesai dibangun pada 2022 di era bupati sebelumnya, Idza Priyanti.
"Gedung dibangun tahun 2021 pada zamannya Ibu Idza Priyanti. Diresmikan 2022 atau baru tiga tahun. Anggaran setahu saya Rp120 miliar," pungkasnya.