Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bupati Batang Geram: Limbah Sungai Sono 25 Kali Lipat dari Batas Normal, Sorot PT Sukorintex

Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat sidak pencemaran limbah di sungai Sono yang diduga dari PT Sukorintex (IST)

BATANG — Sungai Sono di Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, yang kini berubah warna menjadi gelap dan pekat karena dugaan limbah dari PT Sukorintek.


Bupati Batang Faiz Kurniawan melakukan inspeksi mendadak di sungai Sono bermuara di Pantai Sigandu setelah menerima aduan.


Pemandangan yang ia temui di lapangan membuatnya geram: air keruh pekat, bau menyengat, dan aktivitas pabrik di sekitar yang diduga menjadi sumber masalah.


Pihak yang kini disorot adalah PT Sukorintex, perusahaan tekstil besar yang diduga menjadi biang keladi pencemaran akibat buruknya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).


“Coba kita lihat, apakah namanya warnanya sangat pekat,” ujarnya, Senin 27 Oktober 2025.


Ia kemudian membeberkan data mencengangkan terkait tingkat kekeruhan air Sungai Sono.


Menurut Faiz, tingkat kekeruhan air sudah 25 kali lipat di atas ambang batas normal.


“Normalnya 20, ini sampai 250,” tegasnya di hadapan petugaz.


Temuan itu menjadi bukti kuat bahwa pencemaran sudah berlangsung dalam skala serius dan berpotensi mengancam keseimbangan ekosistem sungai.


Selain tingkat kekeruhan, Bupati juga menyoroti kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang melampaui ambang batas aman.


“Kadar BOD dan COD sangat tinggi, sehingga kadar oksigennya menjadi rendah,” jelas Faiz.

Ia menjelaskan, dua indikator itu mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengurai bahan organik dalam air, dan bila nilainya tinggi berarti air telah dipenuhi bahan pencemar.


Kondisi tersebut, kata Bupati, bukan hanya mengancam ikan dan biota sungai, tetapi juga berdampak langsung pada kesuburan lahan pertanian di sekitar aliran sungai.


“Ini lama-kelamaan akan berimbas kepada kesuburan tanaman petani di sekitar, dan habitat sungai juga pasti akan bermasalah,” imbuhnya.


Menanggapi situasi darurat itu, Pemkab Batang segera membentuk tim gabungan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satgas Lingkungan, Polres Batang, Kejaksaan, dan pihak lain terkait.


Bupati menegaskan bahwa langkah awal akan fokus pada edukasi, teguran, dan permintaan roadmap perbaikan dari pihak industri.


Namun, jika perusahaan tidak menunjukkan itikad baik, sanksi tegas siap dijatuhkan.


“Akan dilakukan edukasi, teguran, dan meminta roadmap perbaikan proses pengelolaan limbahnya. Bila ada pelanggaran, pasti ditindak sesuai regulasi dan peraturan,” paparnya.


Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Batang tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran lingkungan di wilayahnya.


Dalam penutup inspeksi, Bupati Faiz memberikan pesan moral yang menohok kepada para pelaku industri di Batang.


“Kepada semua industri, kami akan sangat ketat mengawasi lingkungan. Lingkungan jangan sampai dilupakan, jangan diabaikan. Justru itu prioritas yang harus dijaga pertama kali,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan hidup.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube