Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Atasi Keluhan Warga, PDAM Batang Gerak Cepat Ganti Meteran Warga Warungasem

Direktur Utama Perumda Sendang Kamulyan Kabupaten Batang Mulyono

BATANG — Keluhan seorang pelanggan di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, soal tagihan air minum yang membengkak hingga Rp314 ribu mendapat respon cepat oleh Perumda Air Minum Sendang Kamulyan.


Direktur Utama PDAM Batang, Mulyono, menegaskan kasus ini telah diselesaikan dengan penggantian meteran air baru pada Senin 15 September 2025.


Menurut Mulyono, lonjakan tagihan dipicu kebocoran pipa di rumah pelanggan yang sulit terdeteksi karena tertanam di bawah keramik.


“Setelah kami telusuri, memang ada sisa pemakaian akibat kebocoran pipa di rumah pelanggan. Namun kami pastikan persoalan sudah clear, hari ini meteran diganti baru,” ujarnya di kantornya.


Kasus bermula ketika pelanggan mendapati tagihan air melonjak drastis dari pemakaian normal sebelumnya.


Tagihan tercatat hingga Rp314 ribu, membuat pelanggan kaget sekaligus curiga adanya kesalahan pencatatan atau kerusakan meteran.


Mulyono mengakui, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan turun ke lapangan pada Sabtu 13 September 2025.


“Tim kami mendatangi rumah pelanggan, memeriksa instalasi, sekaligus meminta maaf atas keresahan yang timbul,” jelasnya.


Dari pengecekan, ditemukan bahwa kebocoran pipa memang menjadi penyebab utama membengkaknya tagihan.


Sayangnya, pelanggan tidak mengetahui karena posisi pipa tertanam di bawah keramik, sehingga tidak terlihat.


“Awalnya PDAM tidak memasang jaringan pipa di bawah keramik. Kemungkinan pemasangan oleh pihak lain tidak sesuai standar, sehingga bocor tanpa disadari,” terang Mulyono.


Menurutnya, kasus ini terjadi lebih karena miskomunikasi antara pelanggan dan pihak PDAM.

Dalam mediasi, PDAM bersama pelanggan menyepakati beberapa langkah penyelesaian.


Salah satunya, beban tagihan akibat kebocoran tidak sepenuhnya ditanggung pelanggan.


“Kami sepakati agar sisa pemakaian itu dipisahkan dari rekening rutin. Jadi pelanggan punya waktu untuk menyiapkan anggaran,” kata Mulyono.


Selain itu, PDAM juga mengganti water meter dengan unit baru agar perhitungan dimulai dari nol.


“Tujuannya supaya angka berikutnya bisa dimonitor bersama, tidak ada lagi keraguan,” tambahnya.


Meski kebocoran bukan sepenuhnya akibat PDAM, perusahaan menegaskan tetap bertanggung jawab.


“Hubungan baik dengan pelanggan adalah prioritas. Kami tidak ingin ada salah paham lagi,” ujar Mulyono.


Ia mengakui kelemahan komunikasi menjadi salah satu faktor yang memperbesar masalah.


“Ke depan, kami akan lebih aktif berkoordinasi. Jika ada lonjakan pemakaian, tim kami akan segera konfirmasi,” ucapnya.


Mulyono memastikan, PDAM siap bertanggung jawab demi pelayanan yang lebih baik.


“Penggantian meteran ini adalah contoh nyata. Kalau ada keluhan, kami terbuka menerima laporan,” tuturnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube