Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Akses ke KEK Industropolis Terganggu Longsor, Pemkab Batang Turunkan Alat Berat

Pemkab Batang meninjau jalur menuju KEK Industropolis Batang yang terkena longsor

BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang langsung bergerak mengatasi longsor menuju KEK Industropolis Batang.


Longsor terjadi di ruas jalan utama penghubung Plelen–Kedawung, yang juga menuju KEK Industropolis Batang.


Pernyataan tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), Triossy Juniarto, melalui Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan, Endro Suryono.


“Kami langsung turunkan alat berat. Setelah bersih, jalan dibuka kembali untuk umum,” ujar Endro, Jumat 4 Juli 2025 usai meninjau langsung lokasi terdampak longsor menuju KEK Industropolis Batang.


Respons ini muncul setelah puluhan warga Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, memblokade jalan yang terdampak longsor menuju KEK Industropolis Batang pada Minggu 29 Mei 2025.


Warga sekitar menanam pohon dan rumput liar di jalur menuju KEK Industropolis Batang sebagai bentuk protes.


Desa Ketanggan merupakan wilayah penyangga proyek strategis nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.


Akses ini menjadi jalur nadi pertumbuhan industri dan ekonomi lokal, sehingga gangguan akibat longsor menuju KEK Industropolis Batang mendapat perhatian serius.

DPU PR telah mengirim alat berat untuk membersihkan material lumpur akibat longsoran. Endro mengatakan, selama pembersihan berlangsung, jalan sempat ditutup untuk alasan keselamatan.


“Kami langsung turunkan alat berat. Setelah bersih, jalan dibuka kembali untuk umum,” ujar Endro.


Ia juga memastikan bahwa Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, telah menginstruksikan alokasi anggaran untuk penataan kawasan rawan longsor.


Proses tersebut direncanakan dimulai pertengahan hingga akhir Juli 2025.


“Mudah-mudahan setelah penataan ini, tidak ada lagi longsoran yang mengganggu aktivitas warga maupun industri,” tambahnya.


Pemerintah tengah menyusun perencanaan teknis secara menyeluruh, dengan fokus pada perkuatan struktur tanah dan perbaikan drainase.


Diharapkan, penanganan ini menjadi solusi permanen terhadap kerentanan akses penting tersebut.