BATANG — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Batang memulai Training Center (TC) empat bulan penuh demi mengejar target prestasi pada ajang pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) November mendatang.
Kristiono, pelatih IPSI Batang, menegaskan bahwa capaian tahun 2023—yang berhasil meloloskan empat atlet silat ke Porprov—harus dilampaui.
“Target kita jelas, lebih baik dari Porprov lalu,” tegas Kristiono, Minggu 10 Agustus 2025, di sela latihan di sekitar GOR Abirawa.
TC kali ini diikuti 23 atlet pilihan yang sudah melalui seleksi ketat dari 13 perguruan pencak silat se-Kabupaten Batang.
Hanya empat perguruan yang berhasil meloloskan atletnya, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Kramat Jati, Pagarnusa, dan Persinas Asad.
Kristiono menjelaskan, selama TC akan ada dua pola uji kemampuan, yakni try out dan try in, untuk mengasah kesiapan mental dan teknik.
“Latihan mencakup kategori seni, jurus, dan tanding, semua kita siapkan sesuai standar kompetisi,” tambahnya.
Menurutnya, atlet yang tahun lalu berhasil menjadi juara masih akan menjadi patokan atau acuan prestasi bagi peserta lain.
“Harapannya adik-adik yang baru bisa mengikuti jejak para juara, baik di nomor tunggal maupun ganda putra dan ganda putri,” kata Kristiono.
TC tahap pra kompetisi ini digelar dengan porsi latihan yang terukur dan terprogram.
Latihan fisik, teknik, strategi, hingga simulasi pertandingan digelar rutin agar atlet siap menghadapi lawan-lawan tangguh di pra Porprov.
Atmosfer latihan di GOR Abirawa terasa intens, dengan teriakan semangat pelatih berpadu bunyi hentakan kaki para pesilat di atas matras.
Beberapa atlet terlihat mencoba jurus-jurus baru, sementara lainnya fokus pada penguatan stamina dan kecepatan gerak.
“Kalau TC ini berjalan sesuai rencana, saya optimistis kita bisa meloloskan lebih banyak atlet ke Porprov,” ucap Kristiono.
Dukungan penuh juga datang dari pengurus IPSI Batang yang menyiapkan fasilitas latihan memadai.
Mereka memastikan ketersediaan peralatan standar pertandingan, termasuk arena tanding yang sesuai regulasi.
Pengurus berharap para atlet menjaga disiplin dan fokus sepanjang empat bulan masa TC ini.
Ia menyebut Pencak silat bukan hanya soal fisik, tapi juga soal mental, etika, dan sportivitas.
Selain latihan rutin, para atlet juga dijadwalkan mengikuti laga uji coba dengan tim dari kabupaten lain sebagai bagian dari evaluasi berkala.
Sebelumnya, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Batang mulai memanaskan mesin tempurnya jelang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Jawa Tengah 2025.
Sebanyak 48 atlet pencak silat dari lima perguruan mengikuti seleksi intensif yang digelar satu hari penuh untuk memperebutkan 24 posisi terbaik.
Seleksi ini mencakup dua aspek utama: uji fisik dan tanding, yang dijalankan dalam suasana kompetitif di bawah pengawasan langsung pelatih dan pengurus IPSI Batang.
Ketua Harian IPSI Batang, Tarjo, S.Pd, menyampaikan bahwa seleksi ini merupakan langkah awal untuk membentuk tim inti yang akan diterjunkan pada ajang Pra Porprov mendatang.
“Dari 48 peserta, kita saring menjadi 24 atlet. Mereka mewakili lima perguruan dari total 14 anggota IPSI Batang yang aktif,” ujar Tarjo, Selasa 5 Agustus 2025.
Tarjo menjelaskan, pada seleksi kali ini terdapat 18 nomor pertandingan yang dipertandingkan sebagai simulasi, dari total 21 nomor yang akan dipertandingkan di ajang resmi Pra Porprov.
“Target kami jelas, minimal 10 sampai 15 nomor bisa tembus ke Porprov 2026. Itu bukan ambisi kosong, tapi hasil evaluasi dari performa atlet dan kekuatan lawan,” tegasnya.