GROBOGAN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi bukti nyata sebuah kolaborasi untuk mengentaskan berbagai persoalan di tengah masyarakat seperti kemiskinan, pengangguran, hingga keterbatasan infrastruktur
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Grobogan Setyo Hadi, ketika membuka TMMD Reguler ke-126 Tahun Anggaran 2025 Kodim 0717/Grobogan di Lapangan Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabuaten Grobogan, Rabu (8/10/2025).
Turut hadir dalam upacara pembukaan TMMD ke-126; Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, Dandim 0717/Grobogan Letkol Kav Barid Budi Susila, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono dan Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani beserta jajaran Forkopimda, tokoh agama hingga tokoh masyarakat.
Setyo Hadi menyampaikan, TMMD sudah menjadi bagian dalam upaya merawat kebersamaan serta melestarikan kegotongroyongan untuk mengatasi persoalanpersoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, menurutnya, potensi desa dapat digali dan dimanfaatkan untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Saya berharap warga Karangharjo ikut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan TMMD. Program ini milik bersama, hasilnya harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” imbaunya berpesan.
Terpisah, Dandim 0717/Grobogan Letkol Kav Barid Budi Susila mengatakan bahwa TMMD Reguler ke-126 mengambil tema “Dengan Semangat TMMD, Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional Wilayah”.
“Program ini menyasar pembangunan fisik serta non fisik di Desa Karangharjo,” jelasnya.
Letkol Barid memaparkan, pembangunan infrastruktur itu mulai dari pengecoran jalan sepanjang lebih dari 700 meter serta jalan tambahan sepanjang 658 meter, rehabilitasi tiga musala, pembuatan lima sumur gali, rehabilitasi tiga rumah tidak layak huni hingga pembangunan dua pos kampling, sepuluh jamban, serta talud sepanjang 600 meter.
Adapun, sasaran non fisiknya mencakup penyuluhan administrasi kependudukan, kesehatan, keluarga berencana, wawasan kebangsaan, dan bela negara.
“Program lintas sektor ini kami harapkan mampu membuka akses antar wilayah, meningkatkan kualitas lingkungan, dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat pedesaan di Kabupaten Grobogan,” pungkasnya.