KUDUS — Babak penyisihan Polytron Superliga Junior 2025 berlangsung seru dan menegangkan. Dalam turnamen yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kabupaten Kudus ini, para pebulutangkis muda berjuang meraih kemenangan demi mengamankan tiket ke semifinal.
Bahkan tak sedikit tim di sektor U-13, U-15 hingga U-17, serta U-19 baik putra maupun putri yang menjalani laga ‘hidup-mati’ dalam turnamen beregu persembahan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Polytron pada Jumat (19/9/2025).
Di sektor U-13 Putra, pertarungan sengit tersaji saat PB Champion Klaten melawan PB Talenta Manado. Kedua tim memperebutkan posisi runner-up Grup B.
PB Talenta Manado membuka keunggulan 1-0 yang disumbangkan Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw, setelah menang dua gim langsung 21-18, 21-14 atas pemain tunggal PB Champion Klaten, Kafie El Azzam Abbasy.
Di match kedua dan ketiga, PB Champion mampu bangkit dan membalikkan keadaan 2-1 berkat kemenangan Tunggal Muhammad Rafa Shirdi dan ganda Kafie El Azzam Abbasy/Lionel Aufar Adinata.
Drama menegangkan pun belum usai, lantaran PB Talenta memberikan perlawanan sengit. PB Talenta akhirnya menang di match keempat, ketika Geralldy Mananggel bentrok dengan Farnas Rozan Iraqee.
Tiket semifinal akhirnya menjadi milik PB Talenta Manado, usai pemain ganda Bil Rilkan Miracle Turangan/Jisrel Elfiano Lumoindong berjuang habis-habisan mengalahkan pasangan Rafa/Fidel Sandiago lewat pertarungan tiga gim 12-21, 24-22, 21-16. Skor 3-2 untuk kemenangan PB Talenta Manado.
Bil Rilkan mengaku sempat tegang di gim pertama, karena harus bermain sebagai penentu kemenangan tim ke semifinal. Namun, kepercayaan dirinya dan Jisrel mulai bangkit kembali di gim kedua hingga berhasil memaksa lawan memainkan rubber game.
“Di gim penentuan, kami semakin kompak sedangkan lawan banyak melakukan kesalahan sendiri. Puji Tuhan akhirnya tim kami akhirnya bisa menang dan lolos ke semifinal,” ucap Bil Rilkan usai pertandingan.
Sementara itu, pertarungan panjang yang memakan waktu lebih dari empat jam terjadi di kategori U-15 Putri saat PB Djarum bertemu PB Taqi Arena.
Partai perebutan tempat pertama di Grup A tersebut berlangsung begitu melelahkan. PB Djarum lebih dahulu meraih poin pertama yang berikan Kalia Rahmadani saat menekuk Antlia Vannisa dengan skor 21-16, 21-7.
Alotnya pertandingan mulai terlihat di tunggal kedua, ketika atlet PB Taqi, Khanaya Nurzaharani harus susah payah menghentikan perlawanan Tiyas Anggraeni lewat laga tiga gim yang berakhir dengan skor 21-18, 15-21, 13-21.
Setelah imbang 1-1 di gim kedua, PB Djarum kembali unggul 2-1 di gim ketiga Almaira Dzakira Wulanda Lestari menang dua gim langsung atas Liyana Zahirah 21-10, 21-15.
PB Taqi kembali menyamakan kedudukan 2-2 di partai keempat ketika pasangan Bernessa Nadea Dharmawan/Hanifa Azzahrawani Nuradi memenangi pertarungan berdurasi 1 jam 22 menit melawan ganda Hillary Lilyana Supit/Syaikha Gendis Putri Setiawan.
PB Djarum akhirnya sukses memastikan lolos ke semifinal sebagai pemuncak klasemen Grup A. Klub tuan rumah meraih 5 poin dari lima kemenangan saat ganda Almaira Dzakira Wulanda Lestari/Kalia Rahmadani menyudahi perlawanan hebat Najwa Fitriana Ramadhani/Rizki Candra Putri Ramadhani dengan hasil akhir 20-22, 21-13, 21-12, 1-0.
Sedangkan pada tahap empat besar Polytron Superliga Junior 2025, PB Djarum sudah ditunggu lawan kuat dari Grup B, Jaya Raya Satria.
Kalia Rahmadani menyebut bahwa pertandingan melawan PB Taqi Arena sangat melelahkan dan tidak mudah mengalahkan mereka. Ia bersama timnya mampu menjaga konsentrasi dan terus saling memberikan semangat satu sama lain.
“Semoga kami dapat kembali berjuang sekuat tenaga untuk memberikan penampilan terbaik di semifinal demi bisa meraih kemenangan dan melangkah ke final,” tutur Kalia.
Beralih ke sektor U-17 Putri, PB Jaya Raya melakoni pertandingan perebutan posisi juara Grup B kontra PB Taqi Arena. Di partai pertama pemain tunggal PB Jaya Raya, Miftaqul Putri Ayudis menyumbangkan poin pertama untuk timnya setelah menundukkan Ayu Pratiwi dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-15.
Tunggal kedua PB Jaya Raya memperbesar peluang kemenangan menjadi 2-0, setelah Alvira Adelia Putri juga meraih hasil positif saat berhadapan dengan Fenyta Izdni Anggreini lewat pertarungan tiga gim 21-16, 13-21, 21-16.
PB Jaya Raya memastikan lolos ke semifinal sebagai juara grup lebih cepat usai di partai ketiga Anggi Setia meredam perlawanan Alisha Nuha Dian Haifa 20-22, 21-17, 21-10.
Keunggulan 3-0 membuat laga keempat dan kelima tidak lagi menentukan meski PB Jaya Raya tetap berhasil menyapu bersih lima pertandingan dengan kemenangan.
Di semifinal, Anggi dkk. dipastikan akan ditantang klub asal Thailand, Granular untuk memperebutkan satu tempat di final U-17 Putri Polytron Superliga Junior 2025.
Anggi juga sangat bersyukur bisa tampil maksimal dan menjadi penentu kemenangan timnya untuk lolos ke semifinal Polytron Superliga Junior 2025. Di pertandingan lawan juga tampil bagus dan sempat kejar-kejaran poin di gim pertama dan kedua.
“Di gim ketiga, saya tidak banyak melakukan kesalahan dan menang dengan selisih skor cukup jauh. Soal pertandingan semifinal, siapapun lawannya kami siap karena yang terpenting adalah fokus dengan permainan tim sendiri supaya dapat memberikan yang terbaik di lapangan,” terang Anggi.
Sementara itu, perang saudara dipastikan akan terjadi di semifinal U-19 Putri antara PB Djarum A melawan PB Djarum B. Hasil tersebut tidak lepas dari kemenangan PB Djarum A di partai perebutan juara Grup B melawan Global Badminton Academy.
Global Badminton Academy yang berasal dari Amerika Serikat itu, sempat unggul 1-0 di tunggal pertama saat Audrey Chang menang dua gim langsung 19-21, 19-21 kontra Christabel Calista Purwanto.
Keunggulan skuad besutan Eti Gunawan ini tidak bertahan lama karena PB Djarum A sanggup membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah dua pemain tunggal berikutnya, Jolin Angelia dan Shaafiya Yasmin Maitsaa membukukan dua poin di laga tunggal kedua dan ketiga.
PB Djarum A bisa mengunci kemenangan atas Global Badminton Academy di partai keempat Grup B. Poin krusial disumbangkan ganda Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri, setelah menghentikan perlawanan pasangan Cassidy Yeh/Zoey Tan dengan skor 21-10, 21-14.
Di persaingan sektor U-19 Grup A, PB Djarum B harus puas finis sebagai runner-up karena hanya mengemas tiga poin dari empat penampilan.
“Saya tidak menyangka tim Amerika Serikat bermain cukup bagus dan sempat merebut poin di partai pertama. Untungnya kami bisa bangkit di tiga pertandingan berikutnya,” ucap Putri.
Putri pun mengaku lega dan senang, karena mampu memastikan kemenangan timnya lolos ke semifinal sebagai juara grup. Ia juga optimistis bahwa timnya sanggup lolos ke final, walau harus mengalahkan saudara sendiri di PB Djarum.
Di persaingan sektor U-19 Grup A, Banthongyord yang lolos ke semifinal sebagai juara grup karena berhasil mengumpulkan empat poin yang didapat dari empat kemenangan beruntun. Wakil Negeri Gajah Putih itu akan berebut satu tiket ke final dengan meladeni tim asal Negeri Paman Sam, Global Badminton.