Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Perhutani Dukung UGM dalam Riset Estimasi Biomasa Jati Berbasis Citra Satelit

RISET - Mahasiswa Program Magister Penginderaan Jauh dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Imam Hanafi saat melakukan penelitian lapangan. (dok. kph purwodadi)

GROBOGAN — Perhutani KPH Purwodadi terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan. Salah satunya melalui penelitian yang dilakukan mahasiswa Program Magister Penginderaan Jauh dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Imam Hanafi.

 

Penelitian yang merupakan bagian dari tugas akademik tersebut dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk mengestimasi biomasa atas permukaan atau Above Ground Biomass (AGB) pada tegakan jati di kawasan hutan produksi milik Perhutani KPH Purwodadi.

 

Hanafi melakukan riset selama sebulan penuh sejak awal Juli 2025, dengan lokasi pengambilan data tersebar di petak-petak jati representatif di wilayah BKPH Sambirejo, Tumpuk, dan Pojok.

 

Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyambut baik dan mendukung penuh penelitian tersebut. Ia pun menegaskan, pihaknya sangat terbuka terhadap kolaborasi akademik, terutama bidang riset kehutanan berbasis data dan teknologi yang sangat relevan untuk meningkatkan akurasi data potensi tegakan jati melalui pendekatan efisien dan modern.

 

“Selain riset estimasi biomassa jati berbasis penginderaan jauh, juga pernah ada penelitian mahasiswa program doktoral UGM mengenai Folu-netsink sejak 2024 lalu,” jelasnya, Rabu 6 Agustus 2025.

 

Lebih lanjut, Untoro menyebutkan, dukungan terhadap kegiatan riset merupakan bagian dari visi Perhutani dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mengedepankan pendekatan yang presisi dan berkelanjutan.

Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan, pihaknya mendampingi penuh proses riset yang dilakukan Hanafi, mulai dari pemetaan lokasi, pengambilan data, hingga akses terhadap informasi teknis kehutanan.

 

“Kami memastikan penelitian berjalan lancar. Kami percaya pendekatan ilmiah seperti ini akan memperkuat manajemen hutan jati agar lebih akurat serta ramah lingkungan,” tuturnya.

 

Dalam penelitiannya itu, Hanafi memanfaatkan sejumlah data citra satelit seperti Sentinel-2, Landsat 9, dan WorldView untuk membandingkan efektivitas masing-masing sensor dalam memperkirakan potensi biomasa di permukaan tegakan jati.

 

“Selama satu bulan saya mengumpulkan data lapangan untuk memvalidasi hasil estimasi dari berbagai citra,” ungkapnya.

 

Hanafi menyatakan bahwa Perhutani mendukung penuh risetnya, baik itu melalui akses lapangan maupun pendampingan teknis. Dia pun berharap semoga hasilnya dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam sistem monitoring hutan yang berbasis penginderaan jauh di Indonesia.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube