GROBOGAN — Sebagai bentuk dukungan kepada program ketahanan pangan nasional, Perhutani KPH Purwodadi menjalin kerja sama kemitraan penyediaan bahan baku tebu giling bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tapak Bimo Lestari serta Pabrik Gula (PG) Trangkil.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan di Kantor BKPH Linduk pada Selasa (5 Agustus 2025). Turut hadir Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Perhutani KPH Purwodadi beserta jajaran Tim Pengembangan Bisnis, Kepala BKPH Linduk beserta jajaran, Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari Gun serta perwakilan PG Trangkil.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pemanfaatan areal kawasan hutan seluas 16,0 hektare di wilayah BKPH Linduk, yakni Petak 193 D-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plososenjayan seluas 8,0 ha dan petak 189-2 RPH Carat seluas 8,0 ha.
Lahan tersebut akan ditanami tebu melalui skema kemitraan antara Perhutani dan LMDH Tapak Bimo Lestari. Hasil panennya bakal disalurkan ke PG Trangkil sebagai bahan baku gula nasional.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kasi Produksi dan Ekowisata, Kastur, menyampaikan bahwa kerja sama ini selaras dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Perhutani mendukung penuh upaya ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan kawasan hutan. Kemitraan ini menjadi wujud sinergi kami dengan masyarakat dan industri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar hutan,” jelasnya.
Perwakilan PG Trangkil, Enggar, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menyebut penandatanganan MoU antara PG Trangkil dengan LMDH binaan KPH Purwodadi ini bukan yang pertama kalinya. Sebelum itu kerja sama serupa pernah dilakukan di BKPH Karangasem dan Tumpuk dengan total luas 63,76 hektare.
“Kami akan selalu terbuka untuk bekerjasama dengan Perhutani dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada gula nasional,” tegasnya.
Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari, Gunawan, optimistis program penanaman tebu ini akan memberikan dampak positif bagi anggota LMDH. Kesempatan bermitra dengan Perhutani dan PG Trangkil menumbuhkan semangat untuk mengelola hutan secara produktif dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kastur menambahkan, dengan adanya kerjasama ini, Perhutani berharap kawasan hutan dapat memberikan fungsi manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi lingkungan, sekaligus memperkuat ketersediaan bahan baku untuk industri gula nasional.