GROBOGAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Dinas Pertanian (Dispertan) telah menyiapkan langkah strategis dengan menambah Seksi Kepemudaan Tani dan Teknologi (SKTT) di setiap kelembagaan petani.
Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan dan Sarana Prasarana Dispertan Grobogan Wakid Mutowwal mengatakan, bahwa sebanyak 280 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Grobogan akan membentuk SKTT pada tahun 2025 ini.
"Lalu, disusul 1.600 Kelompok Tani (Poktan) pada tahun 2026," jelasnya dalam keterangan tertulis, pada Rabu 2 Juli 2025.
Wakid menyampaikan, SKTT dipimpin oleh pemuda tani berusia antara 20 hingga 40 tahun serta aktif di bidang pertanian modern. Mereka diharapkan bisa menjadi role model untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke dalam dunia pertanian yang efektif, efisien, menguntungkan, serta ramah lingkungan.
"Kalau kami tidak segera menyiapkan regenerasi petani muda, ke depannya Kabupaten Grobogan bisa kehilangan petani. Padahal kami jadi penyangga pangan provinsi, bahkan nasional," ungkapnya.
Wakid menyebutkan, kini, 78 persen petani di Grobogan berusia di atas 55 tahun, sementara minat dari generasi mudanya untuk bertani kian memudar. Menurutnya, krisis regenerasi petani bisa mengancam keberlanjutan sektor pertanian di Grobogan yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah.
"Kami berharap pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tua, tapi profesi modern yang menjanjikan bagi masa depan," tandasnya.