KUDUS — Keluhan gejala emosional seperti kesedihan, rasa hampa hingga kehilangan semangat menjalani aktivitas harian, kerap kali dialami sebagaian jamaah usai menunaikan ibadah haji.
Kondisi ini dikenal dengan istilah post-Hajj blues. Yakni semacam “kegalauan spiritual” yang umum terjadi, setelah pengalaman religius mendalam di Tanah Suci. Hal ini pun tak menutup kemungkinan dialami jamaah haji asal Kabupaten Kudus.
Dikutip dari akun Instagram Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, post-Hajj blues merupakan bentuk adaptasi emosional yang wajar. Selama berhaji, seseorang merasakan kedekatan intens dengan Allah, rutinitas ibadah yang teratur, dan lingkungan yang sangat religius.
Nah, ketika kembali ke tanah air dan tiba di kampung halamannya masing-masing, perubahan suasana dan aktivitas bisa menimbulkan kekosongan batin.
Tak perlu cemas dan bingung, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus pun memiliki tips dan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi post-Hajj blues itu.
1. Lakukan Aktivitas Menyenangkan
Isi waktu dengan hal-hal positif seperti berolahraga atau menjalani hobi. Aktivitas ini membantu menjaga suasana hati tetap gembira.
2. Pertahankan Niat Baik
Jaga konsistensi amalan harian yang biasa dilakukan selama haji, seperti salat tahajud, dzikir pagi dan petang, membaca Al-Qur’an, serta salat berjamaah di masjid. Konsistensi ini dapat memperkuat koneksi spiritual.
3. Bangun Komunitas Spiritual
Bergabung atau membentuk kelompok pengajian, majelis taklim, atau komunitas alumni haji bisa menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus menjaga semangat ibadah.
4. Ceritakan Pengalaman Haji
Berbagi kisah dengan keluarga atau sahabat dapat menjadi refleksi diri. Menuliskan pengalaman dalam bentuk catatan harian atau blog pribadi juga bisa menjadi sarana terapi emosional.
5. Tetapkan Tujuan Spiritual Baru
Setelah haji, tetapkan target amal baru seperti memperbaiki hubungan sosial, berdakwah, atau terlibat dalam kegiatan sosial. Hal ini membantu menjaga semangat berbuat kebaikan.
6. Konsultasikan Jika Diperlukan
Jika perasaan sedih atau tidak bersemangat terus berlangsung hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau pembimbing haji.
Sebagai bentuk perhatian, Kementerian Agama RI juga mendorong Kantor Urusan Agama (KUA) setempat untuk memfasilitasi pembinaan lanjutan bagi jamaah haji sepulang dari Tanah Suci. Termasuk di dalamnya pendampingan spiritual dan kesehatan mental. Selamat mencoba