PATI — Konsep Solo Great Sale yang dibarengkan saat Car Free Day di Kota Solo, segera diimplementasikan Kabupaten Pati. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas UMKM dan memperkuat kerja sama antarwilayah.
Tujuan Solo Great Sale ini mendongkrak ekonomi daerah bisa berkembang secara merata. Rencana ini diungkapkan Wabup Pati, Risma Ardhi Chandra saat menyaksikan peluncuran Solo Great Sale di Kawasan Ngarsopuro, Kota Surakarta.
Peresmian Solo Great Sale ini dilakukan Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi, yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong lintas wilayah dalam membangun Jawa Tengah. Yakni melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.
Gubernur Ahmad Luthfi menyebut, Solo Great Sale merupakan upaya bersama membangun kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata, investasi, perdagangan dan UMKM.
Lutfhi menargetkan capaian transaksi melalui arena Solo Great Sale sebesar Rp10 triliun. Agenda serupa juga segera digelar di wilayah lainnya di Jawa Tengah.
“Diantaranya di Semarang Raya, Pekalongan Raya, Pati Raya, Banyumas Raya dan beberapa kawasan strategis lainnya di Jawa Tengah,” ucap Lutfhi.
Pihaknya mencatat bahwa investasi di Jawa Tengah sejak Januari 2025 mencapai Rp21,9 triliun. Kemudian penyerapan tenaga kerja tertinggi di Pulau Jawa sebanyak 97.505 orang. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga tercatat lebih tinggi dari rata-rata nasional, yaitu 4,98%.
“Karena keterbatasan APBD dan PAD, kita perlu menggali potensi lain melalui kolaborasi investasi dan penguatan sektor UMKM,” jelasnya.
Lutfhi juga menekankan pentingnya peran UMKM di Jawa Tengah. Dari total 4,2 juta pelaku UMKM di Jateng, sekitar 3,72 juta merupakan usaha mikro.
"Harapannya, melalui kerja sama lintas wilayah, usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil dan menengah yang mampu bersaing secara nasional", pungkas Lutfi.