GROBOGAN — Karnaval Pembangunan dalam rangka merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Grobogan akan berlangsung lebih tertib serta ramah telinga. Panitia membatasi penggunaan sound sistem dengan intensitas maksimal 70 desibel (dB).
Sekretaris Camat Purwodadi, Poerwantoro menjelaskan pihkanya akan melakukan pengawasan sound horeg dalam kegiatan karnaval itu bersama tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP. Perangkat suara setiap peserta akan dicek terlebih dahulu sebelum tampil.
“Batas maksimal 70 desibel (dB). Jika melebihi, maka diimbau untuk menurunkan volumenya sehingga kerasnya suara tiak melebihi 70 dB. Ini bukan soal melarang, tapi mengatur agar karnaval tetap meriah sekaligus nyaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, Purwanto, panggilan akrabnya menambahkan, aturan tambahan juga diberlakukan ketika peserta melintas di kawasan yang membutuhkan ketenangan, seperti rumah sakit, diwajibkan menurunkan volume agar tak mengganggu pasien dan tenaga medis yang sedang bertugas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Karnaval Pembangunan Kabupaten Grobogan 2025 akan kembali digelar dengan waktu lebih awal dari tahun sebelumnya, mulai Rabu hingga Kamis (20-21 Agustus 2025). Panitia memajukan kegiatan rutin untuk memperingati HUT RI ini menjadi pukul 10.00 WIB.
Keputusan itu, diambil setelah mengevaluasi kegiatan tahun di sebelumnya, yakni banyak peserta karnaval yang tampil terlalu malam. Kondisi itu membuat suasana kurang nyaman, baik bagi peserta maupun penonton.
"Mulai tahun ini, start dimajukan pukul 10.00 WIB. Tujuannya supaya yang dapat nomor urut belakang tidak terlalu malam tampilnya,” ujar Purwanto pada Selasa (19 Agustus 2025).