GROBOGAN — Polres Grobogan terus mendalami adanya temuan bom molotov yang dibawa sejumlah remaja saat demonstrasi di Kabupaten Grobogan sejak Sabtu-Minggu (30-31/8/2025). Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono menyebut, adanya indikasi pihak yang hendak menjadi penyusup dalam aksi demonstrasi tersebut.
”Menindaklanjuti apa yang terjadi, kami mengatasi penyusup-penyusup, terutama anak-anak yang membawa bom molotov,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Ike menyampaikan bahwa pihaknya juga mendapati hal itu saat melakukan patroli skala besar sebelum demonstrasi itu berlangsung. Personel Polres Grobogan pun menyisir sudut-sudut kota hingga menemukan remaja yang membawa bom molotov.
"Kami pun melakukan penyekatan di jalan-jalan hingga patroli skala besar, tujuannya mencegah sejak dini agar mereka tidak sempat berkumpul. Ada beberapa remaja yang membawa bom molotov, masih kami dalami,” jelasnya.
AKBP Ike menambahkan, mereka yang kedapatan membawa serta melempar bom molotov akan diproses hukum. Sedangkan pelaku pelemparan batu yang masih berstatus pelajar, maka orangtuanya dan pihak sekolah akan dipanggil untuk dilakukan pembinaan.
"Masa depan mereka masih panjang, jadi kami kedepankan pembinaan. Tapi bagi yang terbukti melakukan tindakan berbahaya dengan bom molotov, tetap kami tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.
AKPB Ike mengimbau kepada orangtua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama yang masih duduk di bangku SMP serta SMA. Dia juga mengingatkan agar tidak sampai anak-anak terjebak dalam aksi anarkis hanya karena ikut-ikutan.
”Alhamdulillah, sampai saat ini situasi aman terkendali. Kami minta orangtua benar-benar mengontrol, setiap jam 9 malam pastikan posisi anaknya ada di mana. Jangan sampai salah pergaulan atau ikut-ikutan hanya karena FOMO, akhirnya terlibat hal yang merugikan masa depan,” pesannya.
AKBP Ike menyebutkan kalau pihaknya terus melakukan Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota dengan patroli skala besar. Langkah tersebut untuk memastikan keamanan dan kesiapan aparat apabila sewaktu-waktu muncul kembali aktivitas yang mengarah pada kerusuhan.
”Kami akan terus melakukan antisipasi, sehingga jika nanti ada kegiatan yang menonjol, kami siap,” pungkasnya.