Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jaga Peradaban Sungai Tumpangkrasak, Kudus Gencar Kampanyekan Aksi ‘Resik-resik Kali’

Alat berat dikerahkan untuk pembersihan sampah di aliran Kalikrasak Kudus. (arief pramono/diswayjateng)

KUDUS — Kurangnya kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, memaksa Pemkab Kudus massif memacu gerakan bersih bersih lingkungan di wilayah kabupaten setempat. 


Aksi kongkret itu dilakukan melalui ‘Resik-resik Kali Tumpangkrasak’, yang lokasinya tak jauh dari kawasan Pabrik Gula Rendeng Kudus. Kerja bakti ini melibatkan relawan, mahasiswa Universitas Muria Kudus, ASN Pemkab Kudus, BPBD dan Dinas PKPLH setempat.  


Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi dan mahasiswa. Tujuannya menjaga kebersihan sungai dan mengatasi persoalan sampah. 


Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun memimpin aksi bersih-bersih di bantaran Sungai Tumpangkrasak, Kecamatan Jati. Aksi ini diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muria Kudus (BEM UMK), Sabtu (21/6/2025).


Yang menarik aksi ini melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di UMK. Aksi ini juga melibatkan jajaran Forkopimda, Kapolres Kudus, Rektor UMK Darsono, serta pimpinan OPD dan relawan lingkungan.


Bupati Sam’ani mengapresiasi terhadap semangat generasi muda dalam menggugah kepedulian lingkungan.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi gerakan edukatif. Harapannya, hati masyarakat tergugah untuk lebih peduli lingkungan. Sungai adalah milik bersama, mari kita jaga bersama,” terang Samani.


Sementara itu, Rektor UMK, Prof. Darsono menambahkan, sungai memiliki peran penting dalam peradaban. Ia menyebut gerakan ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif. 


“Kali ini BEM UMK meneruskan semangat yang sebelumnya telah digagas Bupati di Kaligelis. Ini contoh nyata kolaborasi berkelanjutan,” ungkapnya.


Di lain sisi, Ketua BEM UMK, Abdullah In’am Maulana menjelaskan, aksi ini bermula dari survei lokasi bersama Dinas Lingkungan Hidup. Hasilnya menunjukkan sedimentasi parah dan saluran air yang tidak berfungsi optimal menjadi penyebab banjir tahunan. 


“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di Hari Lingkungan Hidup saja, tapi berlanjut pada momen penting lain seperti Hari Bumi dan Hari Air,” katanya.


Aksi ini menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Melalui gerakan ini, Pemkab Kudus mendorong keterlibatan publik mewujudkan Kudus Sehat: Sejahtera, Harmoni, dan Takwa.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube