Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

BBPOM Temukan Kandungan Zat Makanan Berbahaya di Lapak CFD Kudus

Uji sampel makanan dilakukan BBPOM di area lapak PKL CFD Kudus

KUDUS — Produk makanan dan minuman yang dijajakan para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, ternyata masih belum steril dari kandungan zat-zat berbahaya bagi kesehatan. 


Temuan mengejutkan ini terungkap, saat dilakukan uji sampel terhadap makanan yang berpotensi mengandung zat-zat berbahaya seperti rhodamin B, boraks, formalin dan metanil yellow. 


Uji sampel makanan dan minuman ini dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus di arean CFD, Minggu (20/7/2025). 


Dari hasil uji cepat terhadap 78 sampel makanan yang dilakukan petugas, ditemukan satu produk yang positif mengandung zat pewarna kimia berbahaya yakni rhodamin B.


Karena itu, temuan ini menjadi alarm penting bagi penguatan pengawasan pangan di Kudus. Selain itu, menjadi langkah nyata Pmkab Kudus dalam melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat bahan kimia berbahaya.

Uji sampling makanan dan minuman di arena CFD, juga dipantau Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Ia juga ikut mengawasi produk makanan yang dijajakan para PKL di kawasan Car Free Day. 


"Hari ini kami bersama BPOM Semarang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melakukan sampling makanan di CFD," ujar Bupati Sam’ani.


Dari hasil uji cepat terhadap 78 sampel makanan yang dilakukan, ditemukan satu produk yang positif mengandung zat pewarna kimia berbahaya, rhodamin B.


Bupati Samani menegaskan Pemkab Kudus bersama BPOM segera rutin melakukan pengujian makanan setiap bulannya. Kemudian dilakukan pembinaan kepada pedagang melalui koordinasi dengan ketua paguyuban PKL.


“Pemerintah Kabupaten Kudus dan BPOM berkomitmen memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dan sehat. Kita ingin ruang publik menjadi tempat yang nyaman dan bebas dari ancaman pangan berisiko,” tegas Bupati Sam’ani. 

Hasil uji cepat sampel makanan ditemukan satu produk yang positif mengandung zat pewarna kimia berbahaya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi menyebutkan, uji sampel dilakukan terhadap makanan yang berpotensi mengandung zat-zat berbahaya. 


“Dari 78 sampel, satu di antaranya positif mengandung rhodamin B. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi dan pembinaan lanjutan agar para pedagang memahami jenis-jenis bahan berbahaya yang dilarang digunakan,” ungkapnya.


Menurut Andini, Dinas Kesehatan bersama BBPOM Semarang telah berkomitmen melakukan uji pangan secara berkala setiap bulannya. Selain itu, mengintensifkan penyuluhan keamanan pangan melalui paguyuban pedagang yang ada. 


"Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Kudus siap untuk melakukan uji pangan secara berkala setiap bulan dan mengintensifkan penyuluhan keamanan pangan melalui paguyuban pedagang," ujar Andini Aridewi.


Pihak BPOM Semarang turut mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Pemkab Kudus. Mereka juga mengimbau masyarakat lebih selektif mengonsumsi produk makanan, serta tidak ragu melaporkan jika menemukan makanan dengan ciri-ciri mencurigakan. 


“Masyarakat perlu lebih waspada dan jangan sembarangan mengonsumsi produk yang warnanya mencolok atau berbau tajam yang tidak wajar,” ujar perwakilan BPOM.


Melalui kegiatan ini, Pemkab Kudus menegaskan komitmen mewujudkan lingkungan pangan yang aman dan mendukung tumbuh kembang UMKM yang bertanggung jawab. Edukasi yang konsisten diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha mikro yang sehat dan berkelanjutan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube