KUDUS — Penemuan sosok bayi laki-laki yang sudah tidak bernyawa di sebuah kebun pisang, membuat geger warga Dukuh Bendokerep, Desa Karang bener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus pada Minggu (19/10/2025) pagi.
Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh Ismahmud Yunus sekitar pukul 08.45. Lokasinya berada di bawah pohon pisang di belakang rumah tetangganya.
Ia pun curiga saat melihat handuk berwarna biru muda yang tergeletak di bawah rumpun pohon pisang. Yunus semakin terkejut mendapati bayi dengan ari-ari yang masih menempel, saat handuk itu dibukanya.
Kebun pisang lokasi penemuan bayi itu milik Sujono, tetangga Yunus. Ia awalnya mengira handuk tersebut milik Yunus.
Namun setelah memastikan bukan handuk miliknya, Yunus mencoba membuka gundukan handuk yang ternyata di dalamnya berisi mayat bayi.
“Saya kira hanya handuk biasa. Saat saya buka, ternyata ada bayi di dalamnya,” ujar Yunus.
Temuan bayi dalam kondisi meninggal terbungkus handuk ini kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan RW Bendokerep. Selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi
Mendapat laporan itu, aparat Polsek Bae dan Polres Kudus tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Kudus melalui Kapolsek Bae, Iptu Madiyono pun membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.
“Bayi ditemukan dalam kondisi utuh dengan ari-ari masih menempel dan sudah tidak bernyawa. Kami juga mengamankan handuk berwarna biru muda sebagai barang bukti,” ujar Madiyono.
Menurut Madiyono, area sekitar lokasi penemuan telah dipasangi garis polisi. Pihak tim medis dari Puskesmas Bae juga telah melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad bayi tersebut.
Polisi masih menyelidiki siapa pelaku yang membuang bayi malang itu. Diduga bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dan dibuang oleh ibu kandungnya sendiri