GROBOGAN — Hujan disertai angin kencang melanda wilayah kecamatan Gabus dan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada pekan kemarin. Akibat kejadian itu puluhan rumah warga rusak, bahkan sebagian roboh. Total kerugian mencapai Rp 1 miliar.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Gabus, Iptu Witoyo dalam keterangan tertulis yang diterima diswayjateng.com pada Kamis (23/10/2025). Di Kecamatan Gabus, katanya angin kencang merusak rumah warga di Desa Pelem, Sulursari, Tahunan, dan Tlogotirto.
“Di Desa Pelem setidaknya ada enam rumah dilaporkan rusak parah hingga roboh. Rumah milik warga bernama Wintono roboh, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 400 juta,” sambungnya.
Lalu, rumah milik Agus mengalami kerusakan dengan kerugian sekitar Rp 200 juta. Berikutnya, rumah milik Lasno dan Slamet roboh dengan kerugian masing-masing sekitar Rp 50 juta dan Rp 70 juta. Sementara, rumah milik Siswanto dan Mulyono juga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian masing-masing Rp 50 juta.
“Selain itu, di Desa Sulursari, sebuah papan reklame roboh serta menimpa warung milik warga dengan total kerugian sekira Rp 12 juta, dan atap ruko milik Sugiyanto yang rusak dengan nilai kerugian mencapai Rp 95 juta,” imbuhnya.
Adapun di Desa Tahunan, warung milik Tono roboh dengan kerugian sekitar Rp 20 juta serta atap rumah Ripto yang ambruk kerugian sekitar Rp 20 juta. Sementara di Desa Tlogotirto, rumah Amiranto roboh dengan nilai kerugian sekira Rp 15 juta.
“Jadi total kerugian akibat hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Gabus dari hasil pendataan sementara mencapai sekitar Rp 982 juta,” ujarnya.
Adapun Kecamatan Tegowanu, angin puting beliung menerjang Desa Tanggirejo dan Desa Sukorejo. Satu rumah rusak berat, serta 65 rumah lainnya rusak ringan. “Kerugian ditaksir sekitar Rp 80 juta,” terang Kapolsek Tegowanu AKP Setyo Budi Waluyo.