KUDUS — Tak pernah disangka sebelumnya, Yuyun Novita bersama ribuan buruh rokok di Kabupaten Kudus berasa mimpi kejatuhan bulan. Senyum sumringah tampak jelas mewarnai wajah-wajah para buruh rokok yang didominasi perempuan.
Rasa gembira kalangan pekerja industry tembakau di Kota Kretek ini sangatlah beralasan. Sebab mereka kembali mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Kamis 4 Juli 2025.
Kucuran BLT DBHCHT tahap kedua tahun 2025 itu, disalurkan Pemkab Kudus kepada 49.056 buruh rokok di Kudus. Kehadiran BLT ini disambut antusias puluhan ribu buruh rokok, salah satunya di PT Djarum Brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) Karangbener Kudus.
Pembagian BLT kali ini terasa istimewa bagi Yuyun Novita, salah satu buruh rokok di PT Djarum. Perempuan cantik berusia 21 tahun yang warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe Kudus ini, mengaku senang dapat BLT.
Sebab ia akan menggunakan BLT tersebut sebagai uang tambahan untuk biaya pernikahan bersama calon suaminya. Sesuai rencana, ia segera dipersunting calon suaminya yang tinggal hitungan hari.
“Senang sekali mendapat BLT, rencananya untuk tambahan biaya persiapan pernikahan saya,” ujar Yuyun sambil menghitung lembaran uang yang diterimanya.
Untuk diketahui, penyaluran BLT pada Kamis 3 Juli 2025 dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di dua pabrik rokok berbeda. Dua pabrik ini adalah di PT Djarum Brak SKT Karangbener dan PT. Sukun Wartono.
Setiap buruh rokok menerima bantuan Rp600 ribu untuk tahap kedua tahun ini. Dana tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan buruh sektor industri hasil tembakau.
“Alhamdulillah senang sekali. Ini bisa membantu saya dan keluarga. Uangnya nanti mau saya tabung untuk modal nikah,” ujar Yuyun dengan senyum bahagia.
Ia mengaku baru pertama kali menerima BLT dana cukai. Sebab ia baru tiga tahun bekerja sebagai buruh rokok di Kudus.
“BLT ini cukup berarti bagi para buruh rokok. Banyak rekannya yang juga terbantu dengan adanya BLT, apalagi di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat,” terang Yuyun.
Yuyun sangat berharap BLT bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Sebab program BLT sangat membantu buruh rokok dalam mencukupi kebutuhan dasar, termasuk pendidikan, sembako, hingga keperluan rumah tangga.
“Semoga program ini tetap ada. Karena sangat membantu sekali, terutama buat kami yang penghasilannya terbatas,” imbuhnya.
Penyaluran program BLT untuk mendukung daya beli masyarakat. Selain itu, program ini sebagai bentuk konkret penggunaan dana cukai yang berpihak pada pekerja yang berperan dalam roda ekonomi daerah.
BLT Ringankan Beban Buruh Rokok
Dalam kesempatan itu, Bupati Sam’ani mengatakan, BLT ini diharapkan meringankan beban para buruh, terutama bersamaan pelaksanaan tahun ajaran baru yang kerap membutuhkan banyak biaya.
“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat. Apalagi sekarang sedang musim penerimaan siswa baru, baik SD, SMP, SMA hingga kuliah. Semoga bisa membantu meringankan biaya pendidikan maupun kebutuhan pokok lainnya,” kata Sam’ani.
Menurut Samani, BLT Cukai telah disalurkan dua kali dalam tahun 2025. Penyaluran pertama dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri. Kemudian tahap kedua menjelang masa masuk sekolah dan kuliah. Seperti pada tahap pertama, para buruh juga mendapatkan BLT Cukai sebesar Rp600 ribu per orang.
“Untuk tahun ini sudah dua kali disalurkan. Tahun depan, insya Allah juga masih ada, tergantung regulasi PMK-nya nanti. Kami ingin para pekerja rokok tetap sejahtera. Bahagia buruh rokok, adalah bahagia kita semua,” imbuhnya.
Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho menambahkan, total penerima BLT DBHCHT di PT Djarum tahap kedua ini mencapai 30.283 orang. Adapun total nilai bantuan yang disalurkan kurang lebih sebesar Rp18,1 miliar.
“Penyaluran tahap pertama sudah dilakukan pada bulan April, sekarang tahap kedua. Jumlah penerima sedikit berkurang, sekitar 60 orang, karena ada yang sudah pensiun,” ujar Purwana.
Di lain sisi, Plt Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Satria Agus Himawan menjelaskan, total buruh rokok yang menerima BLT tahap kedua di Kudus secara keseluruhan mencapai 49.056 orang. Masing-masing buruh menerima Rp600 ribu.
Penyaluran BLT ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kudus untuk menggunakan dana DBHCHT secara tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi para buruh rokok.
“Selain itu, program ini juga menjadi wujud kepedulian terhadap kesejahteraan para pekerja industri tembakau, yang selama ini turut berperan besar dalam menyokong perekonomian daerah,” tukasnya.