Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

SPPG Jlamprang Wonosobo Hentikan Distribusi MBG, Anggaran Belum Cair

Suasana SPPG Jlamprang Wonosobo setelah berhenti beroperasi karena anggaran belum turun. (Istimewa)

Wonosobo — Kabar penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wonosobo beredar sejak Minggu malam, 12 Oktober 2025. Berdasarkan pengumuman resmi yang tersebar, penghentian distribusi makanan dilakukan karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dicairkan.


Dalam keterangan tertulisnya, pihak SPPG Jlamprang Wonosobo, selaku pelaksana program, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas penghentian sementara ini.


"Distribusi MBG dihentikan mulai Senin (13/10/2025) hingga batas waktu yang belum ditentukan," tulis SPPG dalam pengumuman tersebut.


Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan di kantor SPPG Jlamprang tampak berhenti total. Gerbang kantor tertutup, dan hanya terlihat dua unit mobil operasional terparkir di halaman tanpa ada aktivitas petugas.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan dari pihak SPPG terkait waktu pasti kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis tersebut.


Program ini sebelumnya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung asupan gizi bagi siswa sekolah menengah di Wonosobo. Pelaksanaannya melibatkan distribusi makanan harian serta paket tambahan bergizi setiap akhir pekan.


Salah satu satuan pendidikan penerima manfaat, SMAN 1 Mojotengah Wonosobo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi penghentian sementara dari SPPG.


"Iya betul, surat sudah kami terima," ujar Shely Christiana selaku Humas SMAN 1 Mojotengah.


Pihak sekolah segera menyampaikan informasi tersebut kepada orang tua siswa. Sebagai langkah antisipasi, siswa diarahkan memanfaatkan kantin sekolah yang berjumlah enam unit atau membawa bekal dari rumah.


SMAN 1 Mojotengah tercatat memiliki 1.031 siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis sejak program berjalan pada 19 Agustus 2025. Namun pada periode 15 September hingga 31 Oktober, jumlah tersebut dikurangi sekitar 150 siswa karena penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Shely mengatakan, selama berjalannya program makan bergizi gratis, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap menu yang diberikan.


"Anak-anak bilang menunya enak dan variatif. Setiap Sabtu, mereka biasanya menerima paket berisi buah, susu, telur, dan roti. Karena Sabtu libur, paket itu diberikan pada hari Jumat," jelasnya.


Meski secara umum program berjalan lancar, Shely mengakui ada beberapa keluhan minor dari siswa terkait kualitas makanan.


"Pernah ada lauk yang terasa basi karena sayurnya ditutup saat masih panas. Tapi kemudian langsung ditindaklanjuti dengan mengganti menu," ungkapnya.


Ia menuturkan, pihak sekolah selalu melakukan pengecekan sebelum makanan dibagikan dan mengatur komunikasi pembagian lewat grup sekolah. Ada pula interaksi positif antara siswa dan pelaksana program.


"Beberapa siswa menulis permintaan tambahan seperti sambal di kertas kecil di nampan makanan, dan SPPG sempat merespons dengan menambah menu itu keesokan harinya," ujarnya sambil tersenyum.


Jika ada siswa tidak hadir, makanan tidak dibuang melainkan dibagikan kepada siswa lain yang membutuhkan. Umumnya, distribusi makanan tiba di sekolah sekitar pukul 10.30 WIB, kemudian dibagikan saat jam istirahat pukul 11.30 WIB.


Pihak SMAN 1 Mojotengah berharap Program Makan Bergizi Gratis bisa segera kembali berjalan mengingat manfaatnya bagi kecukupan gizi siswa dan semangat belajar di sekolah.


"Kami berharap pencairan anggaran bisa segera dilakukan agar program ini berlanjut. Anak-anak sangat terbantu," pungkas Shely.