Magelang — Pemerintah Kota Magelang resmi menyosialisasikan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur atau Prodamai Kota Magelang, sebagai program perencanaan pembangunan berbasis RT pertama di Indonesia.
Program ini diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 15 Tahun 2025 dan termasuk dalam 19 program unggulan Kota Magelang.
Prodamai Kota Magelang memperkenalkan mekanisme baru dalam perencanaan pembangunan daerah, yakni melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dimulai langsung dari tingkat Rukun Tetangga (RT).
Pendekatan ini menempatkan warga sebagai subjek utama dalam identifikasi masalah, penyusunan kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, hingga pengawasan pembangunan.
"Melalui Prodamai, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi menjadi pelaku aktif yang menggerakkan proses pembangunan dari lingkungannya sendiri," kata Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono saat peluncuran sosialisasi.
Menurut Damar, Prodamai Kota Magelang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengidentifikasi masalah dan kebutuhan lokal, mendukung pembangunan sarana dan prasarana lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial dan mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan daerah.
Dalam pelaksanaannya, setiap RT di Kota Magelang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp50 juta per tahun. Dana ini dapat digunakan sesuai kebutuhan warga, baik untuk kegiatan pemberdayaan sosial maupun pembangunan infrastruktur, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Pemberdayaan masyarakat, seperti posyandu, pelatihan kerja, taman bacaan, pengembangan UMKM, hingga kesiapsiagaan bencana.
Pembangunan infrastruktur, seperti jalan lingkungan, drainase, taman, pos kamling, balai RT/RW, hingga fasilitas kampung tematik.
Agar pelaksanaan Prodamai Kota Magelang berjalan sesuai sasaran, Pemkot Magelang membentuk tim koordinasi lintas perangkat daerah.
Setiap kelurahan akan didampingi oleh fasilitator pemberdayaan masyarakat, yang dipilih melalui proses seleksi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPMP4KB).
"Yang terpilih harus punya kapasitas, integritas, dan komitmen kuat untuk mendampingi masyarakat dari perencanaan hingga laporan pertanggungjawaban,” ujar Damar.
Sosialisasi Prodamai Kota Magelang dilakukan dalam delapan sesi dari 29 September hingga 9 Oktober 2025. Format yang digunakan adalah talkshow interaktif, agar substansi program mudah dipahami masyarakat.
Prodamai Kota Magelang merupakan terobosan dalam perencanaan pembangunan yang menekankan prinsip partisipasi aktif warga. Dengan memulai proses perencanaan dari level RT, Pemkot Magelang mendorong model pembangunan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.
"Prodamai bukan sekadar proyek pembangunan, tapi upaya sistematis untuk menumbuhkan kemandirian warga dalam membangun lingkungannya sendiri," tutup Wali Kota Damar Prasetyono.
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Catur Budi Fajar Sumarmo, menyatakan bahwa format diskusi ini memungkinkan pertukaran informasi dua arah antara narasumber dan audiens.
Dengan pendekatan talkshow, suasana lebih cair, namun isi dan tujuannya tetap jelas dan informatif," kata Catur.
Sosialisasi ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat terhadap Prodamai Kota Magelang, terutama peran RT dalam perencanaan pembangunan berbasis komunitas.