Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pameran Batik Wonosobo 2025 Tekankan Inovasi dan Kearifan Lokal

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengikuti pameran dan peragaan busana batik khas daerah di halaman Pendopo Selatan.

Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Kluster Batik Wonosobo menggelar pameran dan peragaan busana batik khas daerah di halaman Pendopo Selatan, Kamis (9/10/2025), sebagai bagian dari peringatan Hari Batik Nasional 2025.


Kegiatan ini diikuti 17 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menampilkan beragam karya batik berkarakter khas Wonosobo.


Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan, bahwa pameran Batik Wonosobo 2025 menjadi wadah apresiasi kepada pengrajin dan pelaku ekonomi kreatif. Ia mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk mengenakan batik lokal secara rutin, tidak hanya di hari kerja tetapi juga pada berbagai kesempatan lainnya.


Afif menilai pelaku batik perlu mengembangkan produk yang sesuai dengan karakter Wonosobo sebagai kota santri. Salah satu inovasi yang ia dorong adalah pengembangan sarung batik khas Wonosobo dengan harga terjangkau. Produk ini diharapkan tidak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga memperluas pasar Batik Wonosobo.


"Kita tidak boleh puas hanya sampai di titik ini saja. Kompetitor kita ada di luar Wonosobo. Pelaku batik harus terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kualitas agar Batik Wonosobo semakin dikenal luas dan dapat naik kelas," ujar Afif.

Ketua Kluster Batik Wonosobo, Zain Arrafiq menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Bagian Perekonomian, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Menurutnya, kluster batik berperan penting dalam mengenalkan potensi batik khas Wonosobo ke masyarakat luas.


"Kami berharap pelaku batik yang belum tergabung dapat ikut bergabung, agar bersama-sama membangun Batik Wonosobo yang lebih berdaya dan berkelanjutan," kata Zain Arrafiq.


Wakil Ketua Kluster Batik Wonosobo, Lilis Handayani menambahkan, bahwa motif Batik Wonosobo banyak terinspirasi dari kekayaan lokal seperti carica, lengger, bundengan, kuda kepang, potensi pariwisata, flora, dan fauna khas daerah.


Inovasi ramah lingkungan seperti teknik ecoprint dan pewarna alami indigo juga mulai dikembangkan. Pengembangan Batik Wonosobo 2025 tidak hanya berorientasi pada estetika dan pasar, tetapi juga pada pelestarian budaya.


Pemerintah daerah berharap batik khas ini dapat menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus berkontribusi pada penguatan sektor ekonomi kreatif.Dengan kekayaan motif, inovasi ramah lingkungan, dan dukungan lintas sektor, Batik Wonosobo diharapkan menarik minat pasar lokal maupun nasional, serta memperkuat identitas Wonosobo sebagai daerah penghasil batik berciri khas dan berdaya saing tinggi.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube