Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Momen Haru Wamensos di Wonosobo, Siswa Sekolah Rakyat Menangis Ceritakan Hidupnya

Wamensos RI Agus Jabo saat mengunjungi SRMA 35 Wonosobo. (Ari Sunandar/diswayjateng)

Wonosobo — Suasana haru menyelimuti kunjungan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (30/08/2025). Di tengah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Agus menyimak langsung kisah nyata siswa-siswa dari keluarga miskin yang menjadi bagian dari program pendidikan gratis berbasis asrama tersebut.


Didampingi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein, Wamensos melakukan pengecekan terhadap fasilitas sekolah. Ia menyebut pentingnya kualitas lingkungan belajar yang layak untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera.


"Saya ingin memastikan bahwa proses MPLS di Sekolah Rakyat ini berjalan dengan baik. Termasuk memastikan kamar, kelas, dan kamar mandi dalam kondisi memadai," ujarnya.


Agus menyampaikan bahwa pendirian Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sekaligus sebagai sarana untuk mewujudkan mimpi anak-anak bangsa.


"Pak Presiden, dengan Sekolah Rakyat ini, memberikan jembatan buat anak-anakku untuk mewujudkan cita-citanya," tuturnya.


Sekolah Rakyat tidak sekadar tempat belajar. Ia menjadi medium strategis untuk mencetak generasi unggul dengan tiga pilar utama, yaitu kecerdasan, karakter, dan keterampilan. Ketiganya dianggap sebagai bekal utama bagi siswa, baik yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi maupun langsung bekerja membantu keluarga.


"Kalau kalian belum kuliah, tapi ingin bantu orang tua, kalian sudah punya keterampilan untuk bekerja," jelas Agus kepada para siswa.


Kunjungan Wamensos berubah menjadi momen penuh emosi saat sesi dialog dengan siswa. Salah satu siswa asal Kepil Wonosobo, Angelina Puspitasari, menceritakan kisah hidupnya di hadapan tamu kehormatan. Air mata tak terbendung saat ia mengungkap betapa beratnya kondisi ekonomi keluarganya.

"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Saya tidak bisa melanjutkan sekolah sebelumnya karena Bapak saya menanggung tujuh orang," kata Angel, dengan suara lirih.


Ia menyebut bahwa untuk makan sehari-hari saja, orang tuanya harus berutang. Meski demikian, ia punya impian besar untuk menjadi guru, agar bisa ikut mencerdaskan anak-anak seperti dirinya.


Mendengar cerita Angel dan siswa lainnya, Agus Jabo terlihat terharu. Ia menyatakan bahwa Sekolah Rakyat adalah wajah nyata dari perjuangan bangsa melawan kemiskinan ekstrem.


"Inilah bangsa kita, inilah kenyataan hidup. Kita harus bersinergi agar kemiskinan di Indonesia segera tuntas. Semua rakyat Indonesia harus bisa 'gemuyu' (tersenyum)," tegasnya.


Agus juga menitipkan pesan penting kepada para siswa untuk menjaga kebersamaan, menghindari kekerasan, dan menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.


Sekolah Rakyat Menengah Atas 35 Wonosobo merupakan sekolah berasrama yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang masuk dalam desil 1 dan 2 dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


Hingga saat ini, SRMA 35 menampung 100 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar (Rombel). Mereka didampingi oleh 18 guru, 10 wali asuh, dan 2 wali asrama.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube