Wonosobo — Warga Desa Watumalang, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo melakukan aksi simbolik sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan penghubung Watumalang menuju Desa Wonosroyo yang rusak parah pada Sabtu (30/08/2025).
Para warga Desa Watumalang menanam pohon pisang di tengah badan jalan kabupaten tersebut, sebagai bentuk kekecewaan mereka atas lambannya pemerintah daerah untuk merespons aspirasi warga terkait rusaknya jalan di daerah perbatasan.
Aksi tersebut melibatkan warga lintas usia, dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga petani setempat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kondisi jalan yang penuh lubang, licin saat hujan, dan membahayakan pengguna jalan.
Tokoh agama Desa Watumalang, Abdul Rohim mengungkapkan, bahwa warga sudah terlalu lama bersabar dengan kondisi jalan tersebut. Ia menegaskan, aksi tanam pohon pisang bukan sekadar lelucon atau tindakan iseng, melainkan bentuk keprihatinan serius.
"Kami warga Desa Watumalang merasa dianaktirikan karena jalan penghubung Desa Watumalang ke Desa Wonosroyo dibiarkan rusak parah. Sudah berpuluh-puluh tahun kami menunggu perbaikan. Kami tanam pohon pisang di tengah jalan sebagai wujud protes," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (31/08/2025).
Abdul Rohim juga membandingkan kondisi jalan di wilayahnya dengan jalan-jalan di Kabupaten Banjarnegara yang menurutnya jauh lebih baik dan terawat. Watumalang sendiri berada di perbatasan dua kabupaten, namun menurutnya pemerintah Kabupaten Wonosobo belum menunjukkan perhatian serius.
"Kami malu dan iri dengan Banjarnegara. Jalan mereka bagus, sementara jalan di wilayah kami dibiarkan rusak. Kami warga pinggiran ini juga bagian dari Wonosobo," tambahnya.
Senada, salah satu tokoh pemuda desa, Hasan Barsino menyebutkan, bahwa aksi penanaman pohon pisang dilakukan secara spontan oleh warga. Aksi ini, menurutnya, adalah bentuk kejengkelan kolektif masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu janji pembangunan infrastruktur.
"Ini aksi spontan warga karena jengkel. Jalan ini penting sekali untuk aktivitas ekonomi masyarakat. Kalau terus dibiarkan, warga yang rugi," katanya.
Hasan menambahkan bahwa jalan Watumalang - Wonosroyo merupakan akses vital bagi petani, pedagang kecil, hingga pelajar yang setiap hari melewati rute ini. Kondisi jalan yang rusak mempersulit distribusi hasil panen dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Wonosobo, Edi Hartono saat dikonfirmasi membenarkan jika terdapat kerusakan pada ruas jalan Desa Watumalang menuju Desa Wonosroyo. Namun, untuk tahun ini belum bisa dilakukan perbaikan.
"Iya mas kebetulan tahun ini Pasuruhan - Wonosroyo ga ada kegiatan karena efisiensi," ungkapnya saat dihubungi.
Namun, menurutnya, untuk beberapa tahun sebelumnya saat masih jadi ruas Binangun - Wonosroyo pernah dapat kegiatan DAK dan APBD. Tetapi karena ruas jalan yg terlalu panjang sehingga belum bisa mencapai titik Desa Watumalang.