Wonosobo — Dusun Kembaran di Kecamatan Kalikajar kembali menorehkan inovasi di sektor pertanian. Melalui Kelompok Tani Kembar Tani, wilayah ini kini menghadirkan wisata petik melon yang dibuka sejak Kamis hingga Minggu 21 hingga 24 Agustus 2025.
Wisata ini bukan sekadar panen buah. Di baliknya terdapat upaya modernisasi pertanian lewat penerapan smart screen house dan penggunaan varietas unggul New Ceria yang dikenal tahan virus serta berbuah maksimal.
Ketua Kelompok Tani, Slamet Nawi menyebutkan, bahwa pengembangan wisata petik ini dilakukan dengan menanam sekitar 530 polybag melon varietas New Ceria.
"New Ceria ini ketahanannya terhadap virus bagus, biaya perawatannya mudah, terus hasilnya maksimal. Kemanisannya pun bisa melebihi standar," ujar Slamet.
Buah yang dipanen memiliki bobot beragam, mulai dari 1 hingga lebih dari 2 kilogram per buah. Pengunjung diperbolehkan memetik langsung dari pohon dan membayar hanya Rp20.000 per kilogram.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang petik buah, tetapi juga sarana belajar memilih kualitas melon yang sesuai selera. Tim dari Kembar Tani turut memberi panduan bagi pengunjung.
"Kita tunjukkan mana yang lebih manis, mana yang kadar gulanya lebih rendah. Jadi pengunjung bisa memilih sesuai keinginan," jelas Slamet.
Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati turut mengapresiasi program ini sebagai langkah maju dalam pengembangan agrowisata dan ekonomi desa.
"Setelah kita mencoba di tahun lalu yang kurang maksimal hasilnya, Alhamdulillah hari ini melon varietas New Ceria berhasil dipanen dengan kualitas yang sangat memuaskan," ujarnya.
Menurut Aldhiana, keberhasilan panen kali ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga potensi wisata edukatif yang bisa dinikmati masyarakat.
Wisata petik ini bahkan memantik ketertarikan dari desa lain, termasuk petani tembakau di Desa Butuh yang ingin mencoba budidaya melon di daerah bersuhu rendah.
Lebih dari sekadar komoditas pertanian, Slamet dan Aldhiana sepakat bahwa melon New Ceria Kalikajar adalah produk lokal bernilai yang bisa bersaing dengan buah impor.
"Saya yakin masyarakat juga akan lebih merasa memiliki dan bangga karena bisa menikmati buah yang tidak kalah manis dan berkualitas dibandingkan produk luar, tapi milik kita sendiri," tambah Aldhiana.
Wisata petik melon ini menjadi bagian dari transformasi desa, yang tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi petani, tetapi juga edukasi bagi generasi muda untuk mencintai dunia pertanian.