Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Hadapi Puncak Kemarau di Temanggung, BPBD Mulai Siapkan Tangki Air dan Sumur Bor

BANTUAN - Petugas BPBD Temanggung saat mendistribusikan air bersih pada musim kemarau tahun lalu. (setyo wuwuh/temanggung ekspres)

Temanggung — Pemkab Temanggung memprediksi Agustus besok, wilayahnya akan memasuki puncak musim kemarau tahun ini. Prediksi ini didasarkan dari informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Informasi dari BMKG itulah yang menjadi rujukan pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi kebencanaan. Utamanya terkait penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.


Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Totok Nursetyanto, pihaknya telah memetakan wilayah-wilayah yang rawan krisis air bersih. Selain itu juga terkait dengan kebakaran hutan.


"Kami sudah menerima informasi dari BMKG. Ini sangat penting sebagai dasar persiapan menghadapi kemarau," ujarnya, Rabu 29 Juli 2025.


Totok menyebutkan, dua bencana yang paling sering terjadi saat kemarau adalah kekeringan dan kebakaran hutan, terutama di daerah-daerah yang rentan mengalami kekurangan air.


Untuk itu, BPBD mulai menyiapkan bantuan air bersih yang cukup, agar dapat didistribusikan secara merata hingga musim hujan tiba.

Tahun ini, kemarau diprediksi masuk kategori kemarau basah, yakni kondisi di mana masih ada kemungkinan turun hujan di beberapa waktu tertentu.


Namun, durasinya tetap cukup panjang, diperkirakan berlangsung antara 10 hingga 15 dasarian, atau sekitar 100 hingga 150 hari.


"Untuk bantuan air bersih, kami telah menyiapkan 50 tangki. Selain itu, kami juga membangun sumur bor di tiga desa, yaitu Desa Gowak di Kecamatan Pringsurat, serta Desa Jetis dan Tanggul Anom di Kecamatan Selopampang," tambah Totok.


Selain upaya teknis, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menjaga lingkungan dari potensi kebakaran, dan terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait dalam penanggulangan bencana.


Pemerintah daerah bersama BPBD Temanggung akan terus memantau perkembangan cuaca dan memperkuat kesiapsiagaan di wilayah yang dinilai berisiko tinggi.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai mempersiapkan segala sesuatu guna mengantisipasi kemungkinan kekeringan dan kebakaran hutan. Kewaspadaan sejak dini sangat penting agar dampaknya bisa diminimalisir," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube