Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ditarget Rp2,2 Triliun, Investasi di Temanggung Sudah Tembus Rp1,7 Triliun

CEPAT - Suasana ruang pelayanan DPMPTSP Kabupaten Temangung. (dok. diskominfo temanggung)

Temanggung — Pemkab Temanggung optimistis target investasi senilai Rp2,2 triliun pada tahun 2025 dapat dicapai. Apalagi hingga Agustus 2025, realisasi investasi sudah menembus angka Rp1,7 triliun.


Jumlah tersebut setara dengan sekitar 77 persen, dari total target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Temanggung, Dwi Sukarmei menjelaskan pencapaian ini tak lepas dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.


"Selain memberikan kemudahan dalam regulasi perizinan, kami juga aktif mempromosikan potensi investasi. Salah satunya melalui forum bisnis yang mempertemukan Pemkab dengan calon investor dari berbagai daerah," ujar Dwi, Senin 25 Agustus 2025 lalu.


Pemkab Temanggung secara konsisten membuka akses investasi dengan memangkas birokrasi perizinan dan menyediakan lokasi-lokasi strategis bagi pelaku usaha. Hal ini menjadi salah satu kunci meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal di wilayah ini.


"Pendekatan kami bukan hanya formalitas administrasi, tetapi juga membangun relasi dan kepercayaan dengan pelaku usaha, baik lokal maupun nasional," tambah Dwi.

Menariknya, pertumbuhan investasi di Temanggung didorong oleh dua sektor utama, yaitu UMKM dan sektor non-UMKM atau perusahaan menengah dan besar. Data DPMPTSP mencatat, 49 persen dari nilai investasi tahun 2024–2025 berasal dari sektor UMKM, sementara 51 persen disumbang sektor non-UMKM.


"Ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi di Temanggung relatif seimbang. UMKM tumbuh baik, tapi perusahaan besar juga berkembang. Keduanya harus berjalan beriringan," tegasnya.


UMKM di Temanggung terus menunjukkan geliat yang signifikan, mulai dari industri makanan, kerajinan, hingga sektor agrobisnis. Di sisi lain, investasi besar masuk ke sektor manufaktur, pengolahan hasil bumi, dan infrastruktur penunjang ekonomi lokal.


Dengan pencapaian tersebut, pemerintah daerah berharap akan ada multiplier effect yang nyata, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.


Target investasi ini bukan semata angka, tapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tenaga kerja terserap, ekonomi tumbuh, dan Temanggung makin kompetitif," ujar Dwi.


Pemkab Temanggung menargetkan hingga akhir tahun 2025 investasi akan terus didorong melalui berbagai skema promosi, pemberdayaan UMKM, serta pemetaan potensi lokal yang layak dikembangkan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube