Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Dinkes Wonosobo Tegur SPPG Usai Makanan Program MBG Diduga Berbelatung

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo Jaelan.

Wonosobo — Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo memberikan teguran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibawang setelah viral video dugaan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbelatung di salah satu sekolah dasar.


Video yang pertama kali diunggah oleh akun YouTube @dinodoni1 pada 15 Oktober 2025 itu menampilkan lauk dari program MBG yang disebut tidak layak konsumsi. Dalam keterangan video disebutkan kasus ini menimpa empat sekolah dasar di Kecamatan Kalibawang, Wonosobo.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat, mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi dan investigasi terhadap laporan tersebut. Ia memastikan bahwa temuan larva hanya terjadi di satu sekolah, yaitu SD 2 Kalikarung, sedangkan sekolah lain tidak ditemukan adanya kontaminasi makanan.


Jaelan menjelaskan, Dinas Kesehatan sejak awal telah berupaya memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wonosobo. Sejak pembentukan SPPG pada 13 Januari 2025, pengawasan dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pengujian sampel makanan dan air, hingga penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).


"Sejak pendirian SPPG pertama kali, kami sudah memitigasi risiko keamanan pangan dalam MBG," ujar Jaelan Sulat kepada wartawan.


Langkah-langkah pengawasan tersebut, menurutnya, bahkan belum dilakukan secara menyeluruh oleh semua pelaksana program MBG di tingkat provinsi. Selain itu, Dinas Kesehatan juga melatih penjamah pangan agar memahami prosedur higienitas, serta membentuk tim keamanan pangan sekolah untuk memastikan makanan diperiksa sebelum dibagikan.


"Mereka kami latih untuk melakukan uji organoleptik, yaitu mengamati, meraba tekstur, dan mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa," jelas Jaelan.

Meski demikian, Jaelan mengakui pengawasan ideal berupa Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) mingguan belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran tahun 2025.


Dalam kasus di SD 2 Kalikarung, Jaelan menegaskan makanan yang diduga berbelatung tidak sempat dikonsumsi siswa. Begitu larva ditemukan dalam uji organoleptik, pihak sekolah langsung menarik makanan dan mengembalikannya ke SPPG.


"Insiden itu memang patut disayangkan, tetapi bersyukur tidak ada yang mengonsumsi makanan tersebut. Kejadian itu menjadi bahan evaluasi bagi kami," tambahnya.


Sejauh ini, Kabupaten Wonosobo belum pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan selama program MBG berjalan. Meski begitu, Dinas Kesehatan tetap memberikan teguran resmi kepada SPPG Kalibawang agar memperbaiki standar sanitasi dan distribusi makanan.


"Soal larangan operasional itu di luar kewenangan Dinas Kesehatan. Kami hanya memberikan teguran dan surat peringatan. Peringatan itu juga kami tembuskan ke Badan Gizi Nasional melalui korwil SPPG," ujar Jaelan menegaskan.


Kasus makanan MBG berbelatung di Wonosobo menjadi perhatian publik terhadap kualitas dan pengawasan keamanan pangan program sosial tersebut. Dinas Kesehatan menegaskan akan memperkuat sistem pemantauan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.


"Kami tetap melakukan intervensi dan pengawasan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wonosobo berlangsung aman dan sesuai standar kesehatan," tutup Jaelan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube