PURWOREJO — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, sejak Selasa (11/11/2025) dini hari, menyebabkan Sungai Dlangu meluap dan mengakibatkan banjir Purworejo 2025 di dua desa.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, sedikitnya 38 kepala keluarga (KK) atau 117 jiwa terdampak oleh peristiwa tersebut.
"Curah hujan yang tinggi meningkatkan debit air Sungai Dlangu hingga meluap ke area permukiman. Ketinggian air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter, menggenangi area permukiman dan sawah masyarakat," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Purworejo, Sutijoso Brahmanto, Rabu (12/11/2025).
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, banjir melanda wilayah Dusun Nambangan Krajan RT 01/RW 03, Desa Langenrejo, dan Dusun Poncolan RT 01/RW 01, Desa Ketug, Kecamatan Butuh.
Di Desa Langenrejo, 25 KK atau 80 jiwa terdampak, sementara di Desa Ketug terdapat 13 KK atau 37 jiwa. Total area terdampak diperkirakan mencapai 300 meter persegi.
"Genangan air merendam jalan rabat desa, pekarangan, serta sebagian sawah warga. Namun kondisi ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan berat," jelas Sutijoso.
Rumah warga sebagian besar masih bisa dihuni, dan pembersihan dilakukan mandiri oleh masyarakat. Saat laporan terakhir, air dilaporkan mulai surut setelah pengelola Bendungan Dlangu membuka pintu air untuk menstabilkan debit sungai.
Cuaca di kedua desa kini mulai membaik. Warga sudah kembali beraktivitas meskipun sebagian masih membersihkan endapan lumpur di area pekarangan. BPBD menyatakan kondisi banjir Purworejo 2025 di lokasi sudah terkendali.
"Air sudah surut sejak siang, dan saat ini situasi terkendali. Kami tetap siaga menghadapi potensi hujan susulan," terang Sutijoso.
Meski banjir kali ini tergolong ringan, BPBD tetap menyiagakan personel untuk memantau pergerakan cuaca di wilayah utara dan barat Purworejo yang rentan longsor dan banjir kiriman jika curah hujan meningkat.
BPBD Purworejo mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem pada pertengahan November ini. Fenomena hidrometeorologi yang tengah berlangsung dapat memicu peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, termasuk Purworejo.
"Kami mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai, menjaga drainase, dan segera melapor jika air sungai meluap. Kewaspadaan masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah dampak besar dari banjir," tegas Sutijoso.
Dalam penanganan awal, TRC BPBD Purworejo bekerja sama dengan Babinsa Koramil Kemiri, Bhabinkamtibmas Polsek Butuh, Forkopimcam Butuh, dan perangkat desa setempat untuk melakukan pendataan rumah terdampak dan pemantauan debit air.