Wonosobo — Sebanyak 70 Kampung KB Wonosobo resmi berstatus mandiri dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan Direktur Analisa Dampak Kependudukan BKKBN RI, Dr. Nyingit Wudi Amini, dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Pendopo Bupati Wonosobo, Selasa (28/10).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, jajaran BKKBN Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan Pokja Kampung KB dari seluruh kecamatan. Pemerintah daerah menyebut pembinaan ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun keluarga berkualitas dan berdaya saing.
Dalam paparan BKKBN, sekitar 70 persen Kampung KB Wonosobo kini telah terklasifikasi mandiri. Artinya, sebagian besar desa binaan telah mampu menjalankan program keluarga berkualitas dengan sumber daya dan kelembagaan sendiri.
"Di Wonosobo, inovasinya cukup banyak dan berdampak nyata bagi masyarakat. Bahkan sekitar 70 persen Kampung Keluarga Berkualitas di sini telah terklasifikasi mandiri," kata Dr. Nyingit Wudi Amini.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Ia menambahkan, pelaksanaan Kampung KB Wonosobo menjadi contoh praktik baik secara nasional karena mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari pemberdayaan ekonomi keluarga, kesehatan reproduksi, hingga penguatan ketahanan sosial.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa pembinaan Pokja Kampung KB merupakan wujud komitmen daerah dalam memperkuat kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia.
"Kehadiran jajaran BKKBN menunjukkan komitmen kolaboratif untuk memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo," ungkap Afif.
Ia menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lembaga utama pembentuk karakter generasi penerus.
"Keluarga adalah sekolah pertama dan benteng utama menghadapi berbagai tantangan sosial," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menilai program Kampung KB Wonosobo berperan penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas. Melalui peningkatan kapasitas Pokja dan jaringan kerja lintas sektor, kampung-kampung ini berfungsi sebagai pusat data kependudukan berbasis keluarga, serta sebagai ruang pemberdayaan ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Direktur BKKBN RI menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ajang berbagi pengalaman antarwilayah.
"Praktik-praktik baik yang sudah berjalan di Wonosobo akan kami pelajari dan adopsi untuk memperkuat pembinaan di daerah lain," tambahnya.
Kampung KB Wonosobo kini menjadi model penguatan ketahanan keluarga berbasis masyarakat. Pemerintah daerah menargetkan seluruh kampung dapat mencapai klasifikasi mandiri sepenuhnya pada tahun-tahun mendatang.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Wonosobo optimis menjadi contoh daerah dalam peningkatan ketahanan keluarga dan kualitas sumber daya manusia menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya.