Magelang — Sebanyak 588 ASN Kota Magelang belum punya rumah berdasarkan data Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Magelang mempercepat program Hunian Nyaman, yang menawarkan akses kepemilikan rumah bersubsidi melalui fasilitas KPR FLPP.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, bahwa memiliki tempat tinggal yang layak merupakan bagian dari keteladanan dan kesejahteraan ASN sebagai pelayan publik.
"ASN yang hidup tertib, nyaman, dan menjaga lingkungannya mencerminkan wajah pemerintah yang profesional," ujarnya saat membuka sosialisasi program Hunian Nyaman di Pendopo Pengabdian, Selasa (21/10/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota dr. Sri Harso, jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Jateng, dan sejumlah pengembang APERSI Jawa Tengah.
Kota Magelang masih dihadapkan pada tantangan kepemilikan rumah, tidak hanya bagi ASN tetapi juga bagi masyarakat umum. Hingga akhir 2024, tercatat 1.409 rumah tidak layak huni (RTLH) dan 3.364 kepala keluarga (KK) belum memiliki rumah di wilayah tersebut. Dari total itu, 588 ASN Kota Magelang belum punya rumah.
Untuk menjawab kondisi tersebut, Pemkot Magelang menggandeng pengembang dan perbankan melalui program Hunian Nyaman, bagian dari turunan program nasional 3 Juta Rumah dan program provinsi 1 Rumah 1 KK.
"Program ini bukan bantuan sosial, tetapi upaya pemerintah memberi akses mudah dan terjangkau agar warga, termasuk ASN, bisa memiliki rumah layak melalui pembiayaan bersubsidi," tutur Damar.
Menurut Kepala Disperkim Kota Magelang Bowo Adrianto, program ini dirancang agar ASN dan masyarakat berpenghasilan rendah bisa membeli rumah dengan skema yang ringan. Batas maksimal penghasilan bagi ASN peserta program adalah Rp8,5 juta per bulan.
Melalui KPR FLPP, calon pembeli dapat memperoleh rumah bersubsidi seharga maksimal Rp166 juta, dengan bunga rendah dan tambahan bantuan uang muka Rp4 juta.
"Dengan skema ini, ASN dan masyarakat lebih mudah menjangkau hunian yang layak tanpa beban cicilan panjang," ujarnya.
Penyerahan 138 Unit Rumah Layak HuniDalam sosialisasi program tersebut, juga diserahkan secara simbolis 138 unit rumah layak huni yang telah rampung pada September 2025. Proyek senilai Rp2,07 miliar dari APBD Kota Magelang ini dikerjakan bersama Kodim 0705/Magelang.
Dari sisi konsep, program RTLH Kota Magelang mengusung slogan 'Aladin Sedap Dua Pres', singkatan dari Alas, Lantai, Dinding, Sanitasi, Dapur, Dua Bilik. Prinsipnya, perbaikan tidak hanya pada struktur utama rumah, tapi juga aspek penting seperti sanitasi dan dapur agar lebih sehat.
Pemkot Magelang juga meluncurkan website Hunian Nyaman, portal daring berisi informasi program perumahan, simulasi desain rumah, dan layanan konsultasi gratis. Melalui platform ini, ASN serta warga bisa memantau progres pembangunan dan mengakses berbagai skema perumahan secara digital.
Selain Hunian Nyaman, Disperkim mengembangkan program pendukung seperti Semu Sarusun (Sewa Murah Satuan Rusun) dan Telomas (Tuku Lemah Oleh Omah), yang memfasilitasi pembangunan rumah di atas lahan pemerintah setempat.
Dengan adanya program tersebut, Pemkot Magelang menargetkan penurunan signifikan terhadap angka 588 ASN Kota Magelang yang belum punya rumah, sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat menengah ke bawah.