Wonosobo — Hingga pertengahan Agustus 2025, Kabupaten Wonosobo mencatat 1.051 kasus Tuberkulosis (TBC) dari total 7.662 orang terduga yang memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Angka ini mencerminkan 43,59 persen dari estimasi 11.716 orang yang berisiko mengidap penyakit menular tersebut di wilayah ini.
Data ini disampaikan oleh Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein dalam sambutannya saat acara pelantikan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Wonosobo di Pendopo Selatan, Rabu (27/08/2025).
Mengacu pada Global Tuberculosis Report WHO 2024, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus TBC tertinggi di dunia, setelah India. Total kasus nasional mencapai 1.090.000 kasus. Di Wonosobo, sebanyak 2.411 kasus TBC tercatat secara kumulatif, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Amir menilai, TBC bukan hanya isu kesehatan, melainkan masalah sosial yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan seluruh lapisan masyarakat.
"TBC tidak cukup hanya ditangani oleh tenaga medis. Kita butuh edukasi menyeluruh, perubahan perilaku, dan dukungan keluarga hingga lingkungan," ungkap Amir.
Pelantikan PPTI Cabang Wonosobo bukan sekadar seremonial. Pemerintah berharap organisasi ini mampu menjadi mitra strategis dalam pemberantasan TBC, khususnya dalam menggerakkan potensi masyarakat, menyebarkan informasi, serta mendukung deteksi dini dan kepatuhan pengobatan.
Sebagai langkah konkret, Pemkab mendorong pembentukan Desa/Kelurahan Siaga TBC, yang melibatkan langsung camat, kepala desa, dan Ketua TP PKK Kecamatan. Harapannya, edukasi dan skrining bisa dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkesinambungan di tingkat akar rumput.
"Masyarakat perlu memahami pentingnya deteksi dini dan pengobatan tuntas. TBC bisa disembuhkan, tapi kuncinya adalah pengobatan yang disiplin," kata Amir.
Tidak hanya di ranah desa, Pemkab juga menggandeng sektor pendidikan untuk ikut terlibat. Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama didorong untuk menggagas program Sekolah dan Pesantren Peduli TBC.
Upaya ini diharapkan menjadikan siswa dan santri sebagai agen perubahan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif untuk menekan laju penularan sejak usia dini.
Setelah pelantikan PPTI, acara dilanjutkan dengan Talk Show Kesehatan bertema 'Cegah TBC', yang dipandu oleh Ketua PPTI Wonosobo, Junaedi. Acara menghadirkan narasumber seperti Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo Dr. Jaelan dan praktisi kesehatan dr. Arlyn. Diskusi menekankan pentingnya deteksi dini, pengobatan tuntas, dan peran komunitas dalam eliminasi TBC.