Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemerintah Klaim 32 Ribu UMKM di Wonosobo Sumbang Rp2,7 Triliun ke PDRB

Wakil Bupati Amir Husein saat mengunjungi stand di Wonosobo Festival UKM Expo 2025. (Ari Sunandar/diswayjateng)

Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengklaim Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Wonosobo menunjukkan peran strategis dalam menopang ekonomi daerah.


Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein mengungkapkan, bahwa pada 2024, jumlah UMKM yang tercatat di Kabupaten Wonosobo mencapai 32.008 unit. Jumlah ini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 108.468 orang.


"Puluhan ribu UMKM di Wonosobo ini memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp2,7 triliun," klaim Amir pada saat acara pembukaan Wonosobo Festival UKM Expo 2025, Rabu (27/08/2025).


Menurutnya, peran UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, sektor ini telah terbukti menjadi penopang utama dalam masa krisis sekalipun.


"Di Indonesia sendiri, UMKM menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Ini bukan angka kecil, tapi cermin betapa strategisnya peran UMKM," tegas Amir.


Pertumbuhan jumlah UMKM dan kontribusinya terhadap PDRB dinilai menjadi sinyal positif, sekaligus tantangan untuk meningkatkan daya saing. Amir menyebut, geliat UMKM di Wonosobo mengalami tren kenaikan, namun harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi di tengah dinamika pasar lokal dan global.

"UMKM harus bisa bertahan dengan memperhatikan aspek legalitas usaha, kualitas produk, dan jaminan keamanan. Tiga hal ini adalah kunci agar mereka tetap kompetitif," katanya.


Sejalan dengan itu, hingga pertengahan 2025, Pemkab Wonosobo mencatat beberapa capaian penting, yaitu sebanyak 3.614 pelaku UMKM telah menerima sertifikat Self Declare Halal. Kemudian ada 30 pelaku UMKM difasilitasi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk merek.


Selain itu, sudah ada 46 pelaku UMKM menjalin kemitraan dengan toko modern serta telah terbentuk 256 koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk mendorong UMKM naik kelas, agar tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga mampu berkembang dan menembus pasar lebih luas.


Menurut Amir, UMKM bukan hanya urusan ekonomi, tetapi menyentuh aspek sosial yang lebih dalam. Ia menyebut, sektor ini menjadi titik tumpu dalam pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan mempersempit ketimpangan ekonomi.


"UMKM adalah solusi konkret untuk pemerataan kesejahteraan. Kita harus terus mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan dan kearifan lokal," ujarnya.


Penyelenggaraan berbagai kegiatan promosi daerah pun diharapkan mampu menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan UMKM Wonosobo ke pasar yang lebih luas. Promosi ini, menurut Amir, juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam menciptakan ekosistem wirausaha yang berkelanjutan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube