Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viralnya Video Andini Permata di Medsos, Warganet Harus Waspada Deepfake dan Malware

TEGAL — Nama Andini Permata tiba-tiba menjadi topik hangat di kalangan publik setelah beredarnya video viral yang diduga mengandung unsur eksploitasi anak.


Video berdurasi 2 menit 31 detik tersebut mulai menyebar di platform X, TikTok, dan Telegram sejak Minggu, 6 Juli 2025, melalui beberapa akun anonim.


Dalam video itu, tampak sosok perempuan yang mirip Andini bersama seorang anak laki-laki dalam situasi yang dianggap tidak pantas.


Hingga saat ini, identitas asli dari sosok dalam video tersebut masih belum terverifikasi. Beberapa warganet menduga bahwa video ini merupakan hasil rekayasa digital, seperti teknologi deepfake, atau bahkan bagian dari modus penyebaran malware yang menyamar sebagai konten viral.


"Manipulasi digital semacam ini dapat sangat merugikan dan menipu publik, serta mencemarkan reputasi orang yang tidak bersalah," kata pengamat media digital, R. Hendrawan.


Sementara itu, pakar keamanan siber Damar Prasetyo mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mengklaim berisi video viral tersebut.


"Banyak tautan yang beredar ternyata mengandung malware, iklan palsu, atau upaya pencurian data. Mengklik tautan semacam ini sangat berisiko bagi keamanan perangkat dan data pribadi," tegasnya.

Damar juga mengingatkan bahwa menyebarkan atau menyimpan konten eksploitasi anak adalah pelanggaran serius yang dapat dikenakan sanksi berdasarkan UU ITE dan UU Perlindungan Anak.


Identitas Masih Misterius


Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas Andini Permata. Tidak ada akun terverifikasi atau bukti autentik yang memastikan apakah nama tersebut adalah identitas asli atau sekadar alias yang digunakan untuk menyamarkan pelaku dalam video.


Di sisi lain, sejumlah tautan yang mengarah ke video tersebut telah menyebar luas, dengan setidaknya delapan link ditemukan beredar di berbagai platform. Sebagian besar diduga hanya umpan untuk menjebak pengguna agar mengakses iklan palsu atau aplikasi berbahaya.


Ramainya isu ini mendorong desakan publik agar aparat segera bertindak. Masyarakat berharap kasus ini ditangani secara serius agar tidak menjadi preseden buruk di tengah maraknya konten viral yang semakin tak terkendali.


“Kalau terbukti melibatkan eksploitasi anak, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai masyarakat dibiarkan terpapar konten semacam ini tanpa penindakan,” tulis salah satu netizen.