Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tren Foto AI Kpop Dianggap Langgar Privasi, Banyak Korban Deepfake Pornografi

tren foto ai

Kemajuan teknologi menjadikan banyaknya perkembangan baru, salah satunya munculnya tren foto AI yang bisa digunakan di web tertentu.


Adanya tren foto AI ini tentu membuat banyak orang antusias untuk menggunakannya, karena tren ini menawarkan pengalaman baru bagi penggemar.


Tetapi akhir-akhir ini tren foto AI ini menuai banyak pro dan kontra, karena mulai menunjukkan sisi gelapnya yang di mana penggunaan AI dianggap sudah melampaui batas dan bahkan mengarah ke pelecehan.

 

Tren Foto AI Dari Hiburan Menjadi Ancaman


Awalnya, AI dalam K-Pop digunakan untuk hal-hal positif. Contohnya, membuat video musik yang futuristik, menciptakan lagu dengan bantuan algoritma, atau bahkan membuat grup idola virtual seperti PLAVE.


Grup virtual ini tidak didasarkan pada figur manusia nyata, sehingga dianggap sebagai cara untuk menghindari isu-isu seperti skandal atau kelelahan mental yang sering dialami idola sungguhan.


Sayangnya, teknologi ini juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Teknologi deepfake, yang memungkinkan wajah seseorang ditempelkan ke video atau gambar lain dengan sangat realistis, menjadi alat utama dalam penyalahgunaan ini. 


Banyak idola K-Pop, terutama yang perempuan, menjadi korban deepfake pornografi. Wajah mereka dicuri dan ditempelkan pada konten dewasa tanpa izin, menyebarkan video yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan.

Pelecehan yang Mengancam Privasi dan Kesehatan Mental

Fenomena tren foto ai ini bukan lagi sekadar isu etika, melainkan sudah masuk ranah pelecehan dan kejahatan digital.


Penggunaan deepfake untuk konten pornografi bukan hanya merusak reputasi idola, tetapi juga melanggar privasi mereka secara brutal. Korban akan mengalami tekanan mental yang luar biasa, rasa malu, dan trauma psikologis.


Dalam kasus lain, bahkan ada penggemar yang nekat menunjukkan video deepfake kepada idola secara langsung saat acara tatap muka, menciptakan momen yang sangat tidak nyaman dan menjijikkan bagi sang idola. Perilaku ini menunjukkan bagaimana batas antara "penggemar" dan "pelaku pelecehan" sudah semakin tipis.


Langkah-langkah Penanggulangan

Melihat bahaya yang semakin nyata, agensi hiburan mulai mengambil tindakan tegas. Mereka bekerja sama dengan pihak berwajib untuk melacak dan menuntut para pelaku yang membuat dan menyebarkan tren foto AI deepfake ilegal.


Di Korea Selatan sendiri, pemerintah sudah memperketat undang-undang untuk menindak kejahatan siber yang menggunakan teknologi AI.


Namun, perlindungan dari pihak agensi dan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan kesadaran dari semua pihak, terutama penggemar, untuk tidak mendukung atau menyebarkan konten semacam itu. Komunitas penggemar harus menjadi garda terdepan dalam melawan penggunaan AI yang merusak ini.


Tren foto ai dalam K-Pop memang menawarkan banyak potensi, namun juga membawa risiko besar. Penting bagi kita untuk selalu menggunakan teknologi dengan bijak dan etis. Jangan biarkan kecanggihan AI justru menjadi alat untuk merusak, melainkan harus tetap menjadi sarana untuk mendukung kreativitas dan menghargai kemanusiaan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube