Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Titik Wilayah Terdampak Banjir di Bali, 14 Orang Meninggal Dunia

TEGAL — Sejumlah daerah di Provinsi Bali mengalami bencana banjir pada Rabu (10/9/2025). Simak daftar wilayah yang terdampak banjir di Bali serta status tanggap darurat bencana.


Berdasarkan catatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat enam kabupaten dan kota di Provinsi Bali yang terdampak banjir. Enam wilayah tersebut adalah Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan.


Banjir di Bali melanda 123 titik, dengan jumlah terbanyak di Denpasar (81 titik), diikuti oleh Gianyar (14), Karangasem (4), serta beberapa lokasi di Jembrana dan Badung. Selain itu, terjadi longsor di 18 titik, dan 16 bangunan dilaporkan jebol, menurut data dari BPBD Bali.


Akibat bencana ini, 103 kepala keluarga atau 200 jiwa di Jembrana terdampak banjir. Selain itu, 99 kepala keluarga atau 420 jiwa juga mengalami dampak.


Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melalui pengumpulan data menyebutkan bahwa dampak banjir memaksa 85 orang di Jembrana untuk mengungsi.


Mereka mengungsi ke Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, Mushalla Assidiqie, dan Mushalla Darul Musthofa.


Sementara itu, 108 orang di Denpasar mengungsi ke beberapa tempat aman, seperti SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, dan Banjar Dakdakan Peguyangan.


Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem yang terjadi di Bali disebabkan oleh gelombang ekuatorial Rossby di wilayah Bali dan sekitarnya, yang mendukung pertumbuhan awan konvektif sebagai penyebab hujan lebat.

Bencana banjir di Bali mengakibatkan korban tewas. Total saat ini, ada 14 orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa ini.


"Data sementara per Kamis, 11 September 2025 pukul 11.00 WIB, total korban meninggal meninggal dunia yang sudah ditemukan berjumlah 14 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengutip detikBali, Kamis (11/9/2025).


Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto turut meninjau langsung bencana banjir di Bali. Ia menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Bali dan jajaran forkopimda yang wilayahnya terdampak banjir.


Menurut Kepala BNPB, ketinggian debit air beberapa sungai di Bali mulai kembali normal.


“Kondisi per malam ini jam 21.00 WITA tinggi muka air di sungai - sungai sudah kembali normal,” ujar Suharyanto mengutip laman BNPB pada Kamis (11/9/2025).


Tim gabungan yang berjumlah 400 sampai 600 orang dikerahkan untuk melakukan pencarian korban hilang, dibarengi dengan melakukan pembersihan.


Kepala BNPB meminta masyarakat tak panik dengan status ini sebab tanggap darurat bencana dilakukan untuk kebutuhan administrasi agar pihaknya bisa lebih optimal membantu Pemprov Bali.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube