Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kementan Alokasikan Rp135 Miliar Hilirisasi Perkebunan di Jateng

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perkebunan Kementan RI
Abdul Roni

SEMARANG — Kementan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Hilirisasi Perkebunan di Jawa Tengah


SEMARANG – Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengalokasikan anggaran Rp135 miliar untuk mendukung hilirisasi sektor perkebunan di Jawa Tengah.


Program ini akan difokuskan pada peningkatan produktivitas dan perluasan lahan tiga komoditas unggulan, yakni tebu, kopi, dan kelapa.


Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, mengatakan hilirisasi menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.


Bantuan anggaran juga diberikan untuk komoditas unggulan lain seperti pala, jambu mete, dan kakao.


“Khusus Jawa Tengah, setelah dilakukan pemetaan, kami alokasikan Rp135 miliar. Salah satunya untuk pengembangan tebu di kawasan seluas 11 ribu hektare,” ujar Roni usai menemui Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Semarang, Rabu (10/9/2025).


Program tersebut akan dimulai September dan ditargetkan rampung pada awal Desember 2025.


Pemerintah provinsi serta kabupaten/kota diminta menuntaskan pengembangan kawasan perkebunan unggulan dalam waktu dua bulan.


“Gubernur Ahmad Luthfi sangat mendukung dan akan mengawal pelaksanaan program ini, terutama di tingkat kabupaten/kota,” tambahnya.


Komoditas tebu menjadi prioritas karena kebutuhan gula konsumsi dan industri nasional masih defisit.


Saat ini produksi gula nasional sebesar 2,4 juta ton, sementara kebutuhan mencapai 2,9–3 juta ton.

Untuk memenuhi kekurangan 500 ribu ton tersebut, diperlukan perluasan lahan tebu sekitar 100 ribu hektare.


Dengan tambahan itu, Roni optimistis tahun depan Indonesia dapat swasembada gula konsumsi.


Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya dengan menginstruksikan dinas terkait segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.


“Intinya kami siap mendukung dan memaksimalkan alokasi dari Kementan,” tegasnya.


Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menyebutkan kesiapan tiga komoditas unggulan sudah mencapai target.


“Kelapa 100 persen siap, kopi juga 100 persen, sedangkan tebu 80,75 persen. Tebu ini akan dipercepat melalui rapat bersama bupati dan wali kota,” jelasnya.


Jawa Tengah sendiri merupakan produsen tebu terbesar ketiga nasional setelah Jawa Timur dan Lampung.


Pada 2024, luas areal tebu mencapai 58.633 hektare dengan produksi 3,71 juta ton tebu dan 258 ribu ton gula kristal putih.


Selain itu, kopi dan kelapa juga menjadi andalan. Luas areal kopi di Jateng mencapai 47.714 hektare dengan produksi 26.507 ton, tersebar di 28 kabupaten/kota, termasuk kawasan kopi nasional seperti Temanggung, Wonosobo, Semarang, Magelang, dan Jepara.


Sementara produksi kelapa mencapai 161 ribu ton dengan areal 200.863 hektare, menempatkan Jateng dalam 10 besar provinsi penghasil kelapa terbesar di Indonesia.


“Produksi tiga komoditas unggulan ini pada 2024 bahkan melampaui target. Potensi inilah yang membuat Kementan melihat Jateng sebagai kontributor besar bagi perkebunan nasional,” pungkas Defransisco.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube