Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Rombongan Mahasiswa KKN Unand dan Perangkat Desa Tersesat di Hutan Lima Puluh Kota

TEGAL — Rombongan mahasiswa KKN Universitas Andalas (Unand) bersama perangkat desa dan pemuda setempat dilaporkan tersesat di dalam hutan kawasan Nagari (Desa) Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota. Terdapat total 24 orang dalam rombongan ini.


Mereka terdiri dari 17 mahasiswa, Wali Nagari (Kepala Desa), Wali Jorong (Kepala Kampung), serta empat pemuda setempat.


Rombongan ini dinyatakan hilang kontak sejak pukul 18.00 WIB, Kamis (31/7). Namun, hingga Jumat (1/8) dini hari, keberadaan mereka masih belum diketahui. Tim gabungan telah melakukan operasi SAR untuk mencari mereka.


Komandan Regu Pos SAR Lima Puluh Kota, Robi Saputra, menyatakan bahwa rombongan ini telah berangkat ke dalam hutan sejak pukul 09.00 WIB. Informasinya, tujuan kegiatan adalah untuk meninjau lokasi kebun kopi di dalam hutan.


Ada juga informasi yang menyebutkan bahwa rombongan tersebut melakukan kegiatan napak tilas. Belasan mahasiswa Unand ini adalah mahasiswi yang sedang melaksanakan KKN di daerah tersebut.


"Kami sedang berupaya melakukan pencarian. Upaya Basarnas dilakukan dengan menerbangkan drone termal," ujar Robi, mengutip laman kumparan.


Robi menjelaskan bahwa kawasan hutan yang dilalui rombongan merupakan bagian dari bukit barisan. Jarak yang ditempuh mencapai sekitar enam kilometer.

"Jika dua informasi tujuan rombongan ini, jika ke kebun kopi berjarak tiga kilometer. Namun jika tujuannya ke lokasi lainnya, jaraknya enam kilometer," ungkapnya.


Menurut Robi, waktu tempuh di dalam hutan sangat berbeda dibandingkan di lokasi biasa. Ada kemungkinan rombongan ini salah perhitungan saat berangkat hingga saat kembali.


Sehingga, mereka tersesat saat kondisi sudah mulai gelap. Sampai saat ini, seluruh rombongan tidak dapat dihubungi melalui telepon karena tidak ada sinyal.


"Sementara belum jelas keberadaan mereka. Mudah-mudahan titik koordinat dapat diketahui, jika sudah kami langsung bisa evakuasi," kata Robi.


Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol, menyatakan saat ini posko pencarian telah didirikan di Nagari Pauh Sangik.


"Sesuai dengan SOP SAR Gabungan, pencarian intensif akan dilakukan pada pagi hari. Namun, jika malam ini titik koordinat pasti sudah diketahui, maka penjemputan tetap akan dilakukan malam ini," ucapnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube