Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pembangunan 80 Ribu Gudang Koperasi Merah Putih Ditarget Rampung Januari 2026

PEMBANGUNAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti didampingi Sekda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro melakukan peletakan batu pertama pembangunan gudang Koperasi Merah Putih
kemarin. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Sampangan Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang.


Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan serentak 80 ribu gudang Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia, yang ditargetkan rampung pada 31 Januari 2026.


Peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno. Program nasional ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam mendukung gerakan Bangun Koperasi Desa, Indonesia Jaya.


Agustina menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Semarang sebagai salah satu lokasi pembangunan gudang KKMP. Ia menegaskan bahwa gudang tersebut akan menjadi pusat logistik dan aktivitas ekonomi baru bagi koperasi di tingkat kelurahan.


“Kita bersyukur Kelurahan Sampangan terpilih menjadi lokasi pertama. Nantinya, gudang ini akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih Sampangan dan bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan serta aktivitas usaha bersama. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui koperasi,” ujar Agustina, Jumat sore 17 Oktober 2025.


Agustina menambahkan gudang yang dibangun di Kelurahan Sampangan merupakan bagian dari jaringan pergudangan koperasi yang akan tersebar di seluruh wilayah Kota Semarang. Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui PT Agrinas Pangan Nusantara Indonesia memberikan dukungan pembangunan fasilitas tersebut tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


“Ini gotong royong antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Gudang ini nantinya akan menjadi tempat strategis bagi koperasi untuk menyalurkan produk, baik kebutuhan pokok maupun usaha mikro masyarakat,” tambahnya.


Agustina menambahkan, Kota Semarang saat ini terdapat 177 koperasi dan 7 koperasi yang sudah aktif dan menjalankan usaha dengan baik. Ia berharap pembangunan gudang Koperasi Merah Putih menjadi pemicu semangat baru bagi koperasi untuk memperkuat modal dan jaringan usaha.


“Yang paling penting adalah menambah jumlah modal dan anggota. Pemerintah Kota sudah mengeluarkan edaran agar setiap ASN menjadi anggota koperasi. Dengan begitu, ada sumbangan pokok pertama yang bisa memperkuat modal koperasi,” jelasnya.


Selain itu, Pemkot Semarang juga mendorong koperasi agar tidak hanya fokus pada sektor perdagangan dan kebutuhan pokok, tetapi juga membuka peluang di bidang jasa, pengelolaan sampah, dan pariwisata.

“Kita kota pariwisata, banyak peluang di jasa tur lokal, pengelolaan sampah, hingga toko kelontong modern. Ini semua bisa dijalankan koperasi bila punya modal dan semangat usaha,” ungkap Agustina.


Sementara itu, Komandan Kodim 0733/KS Letkol Inf Priyo Handoyo, selaku pelaksana pembangunan di wilayah Semarang, menyebutkan bahwa setiap gudang koperasi dibangun dengan ukuran standar nasional 20 x 30 meter.


Bangunan tersebut akan terdiri atas area toko, gudang penyimpanan, garasi, serta ruang penyimpanan khusus (storage) untuk berbagai jenis barang.


“Spesifikasi bangunan sudah distandarisasi oleh pusat. Setiap gudang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penyimpanan, mulai dari food storage hingga chemical storage. Jadi koperasi bisa menjalankan multiusaha,” jelas Priyo.


Ia menegaskan, pendanaan pembangunan gudang tidak berasal dari APBD, melainkan dari pemerintah pusat melalui PT Agrinas Pangan Nusantara Indonesia. Kodim Semarang bertugas memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan tepat waktu.


“Kami TNI siap mendukung penuh komitmen Presiden dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat melalui koperasi. Koperasi harus menjadi fondasi ekonomi masyarakat agar kesejahteraan dapat dirasakan bersama,” tegasnya.


Priyo menyebut, pembangunan gudang KKMP di seluruh Indonesia menargetkan penyelesaian pada 31 Januari 2026. Untuk Kota Semarang sendiri, pembangunan tahap pertama dimulai di Kelurahan Sampangan dan akan dilanjutkan di sejumlah kelurahan lainnya secara bertahap.


Secara nasional, proyek Koperasi Merah Putih mencakup sekitar 83 ribu desa dan kelurahan, dengan target 80 ribu unit gudang koperasi yang akan menjadi pusat distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.


“Ada sekitar tiga ribu wilayah yang kemungkinan belum bisa dibangun karena faktor lahan atau kondisi daerah. Namun target 80 ribu koperasi ini diharapkan bisa tercapai agar manfaatnya dirasakan secara merata di seluruh Indonesia,” tutupnya.(SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube