KUDUS — Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) tampil gemilang dan berhasil merebut titel juara umum dalam cabor tarung derajat.
NTB memborong sembilan medali yang terdiri atas lima medali emas, tiga perak, serta satu perunggu. Prestasi membanggakan ini telah melampaui target awal tim.
Pelatih kepala tarung derajat NTB, Dedy Noorcholish, menyatakan, semula mereka hanya memasang target dua keping emas. Namun penampilan luar biasa para atlet NTB berhasil melampaui ekspektasi.
Setiap laga berlangsung sengit dan menegangkan. Ditambah atmosfer persaingan tinggi,.karena semua atlet berjuang habis-habisan untuk merebut medali kejuaraan.
Menurut Dedy, keberhasilan yang diraih Kontingen NTB tidak lepas dari disiplin, kerja keras dan ketekunan seluruh anggota tim selama masa persiapan.
Dedy juga mengapresiasi terhadap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Pesta olahraga itu berlangsung sukses dan profesional. Selain itu, menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan bela diri di Tanah Air.
"Terima kasih untuk Djarum Foundation dan KONI Pusat yang telah menggelar PON Bela Diri ini. Saya katakan sukses, baik dari penyelenggaraan, tempat, dan fasilitas, kami sangat puas," jelasnya.
Setelah NTB, posisi lima besar perolehan medali pada cabang olahraga yang diciptakan oleh Achmad Dradjat ini dilengkapi oleh Bali di urutan kedua.
Kontingen Bali meraih tujuh medali yang terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu. Jawa Timur menempati peringkat ketiga dengan enam medali yakni 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Sementara, Jawa Barat berada di posisi keempat dengan tujuh medali yakn 3 emas dan 4 perunggu. Disusul Jawa Tengah di peringkat kelima dengan sembilan medali yakni 2 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.
Sedangkan cabang olahraga (cabor) pencak silat memulai debut pertandingannya dalam PON Bela Diri 2025 pada, Jumat 17 Oktober 2025. Sebanyak 271 pesilat dari 34 provinsi siap beradu jurus di Djarum Arena Kaliputu Kudus.
Dua ratusan pendekar ini menampilkan kekuatan dan kelincahan terbaik mereka pada ajang multi-cabang ini. Sedangkan sehari sebelumnya, cabor tarung derajat telah rampung dengan penuh kejutan.
Babak Penyisihan Pencak Silat Dimulai
Sebanyak tiga arena pertandingan disiapkan untuk menggelar babak penyisihan cabang olahraga pencak silat yang mulai bergulir pada Jumat (17/10/2025) pagi.
Pertandingan dibuka dengan nomor tanding putra dan putri, yang menjadi awal dari persaingan sengit memperebutkan medali. Adapun, kategori seni atau jurus hanya akan mempertandingkan satu nomor untuk masing-masing putra dan putri.
Rangkaian pertandingan pencak silat pada PON Bela Diri 2025 diawali dengan prosesi "Buka Gelanggang", tradisi khas yang selalu mengiringi dimulainya setiap laga silat.
Upacara ini menjadi simbol permohonan doa agar seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar dan semua pihak yang terlibat senantiasa diberi keselamatan.
Suasana khidmat terasa ketika prosesi diawali dengan atraksi silat menggunakan golok, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan golok dari pesilat kepada Technical Delegate pencak silat PON Bela Diri Kudus 2025, Agung Nugroho.
Prosesi itu sebagai tanda secara resmi dibukanya gelanggang pertandingan. Laga perdana pencak silat dibuka dengan kategori tanding yang menampilkan persaingan di 16 kelas berbeda.
Mengingat kelas yang dipertandingkan cukup banyak, setiap kontingen dibatasi maksimal hanya dapat menurunkan 10 atlet untuk menjaga keseimbangan dan kualitas jumlah peserta di setiap kelas.
Ambisi Atlet Pencak Silat
Salah satu pesilat yang tak sabar unjuk kemampuan pada PON Bela Diri Kudus 2025 adalah Siti Khairani S. Mokoginta, Atlet muda berusia 17 tahun asal Gorontalo itu menempuh perjalanan udara ke Semarang.
Setiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, ia melanjutkan perjalanan darat menuju Kudus bersama pelatihnya, Dedy Punu, serta rekannya dari satu provinsi, Moh. Ruslan Usman, yang turun di kelas A Putra.
Dengan tekad bulat, Echa, sapaan, berambisi membawa pulang medali emas di kelas A Putri. Langkah awalnya berjalan mulus, setelah mencatat kemenangan telak 33-0 atas Safira Irzan dari Papua Tengah di laga pembuka.
"Perjalanannya memang cukup jauh dari Gorontalo, tapi terbayar tadi bisa menang besar di pertandingan pertama. Semoga bisa terus melaju sampai meraih emas," ujar peraih juara tiga pada Seleknas Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024 di Semarang itu.
Hampir serupa dengan Echa, pesilat muda Steivy Maleke juga menempuh perjalanan panjang dari ujung timur Indonesia.
Ia terbang dari Manokwari bersama rombongan kontingen Papua Barat, transit di Sorong dan Makassar sebelum akhirnya mendarat di Semarang.
Setibanya di Jawa Tengah, mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Kudus untuk bersiap menghadapi ajang multi-event ini.
Steivy mengaku tak sabar menyaksikan persaingan para pesilat terbaik nasional yang berlaga di Djarum Arena, sembari menunggu gilirannya bertanding pada Sabtu (18/10), dua hari setelah tiba di Kudus.
“Untuk Papua Barat, kami punya tekad yang sama, ingin menjadi juara, meraih sebanyak mungkin medali, dan pulang sebagai yang terbaik,” ujar Steivy penuh semangat.
Kaliputu
Kudus. (Pon Bela Diri)
271 Pesilat Adu Jurus
Kehadiran 271 pesilat pada ajang PON Bela Diri Kudus 2025 mencerminkan tingginya antusiasme dan komitmen daerah dalam mengembangkan olahraga yang kerap menjadi "jurus" andalan Indonesia dalam meraih banyak medali SEA Games.
Babak pencak silat dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Meliputi tahap penyisihan hingga final, dengan partai puncak sekaligus penyerahan medali digelar pada Selasa (21/10).
PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus.
Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streaming di akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TV