SEMARANG — Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Amino Gondohutomo Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui inovasi digital MIE KRITENG AMINO (Mini Website Skrining Tumbuh Kembang Amino Hospital) kategori Karya Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan.
Inovasi yang digagas oleh dr. Nurika Amalina, Sp.KFR, ini berhasil meraih Platinum Award (Juara 2) dalam ajang Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA VIII) 2025 yang digelar di Hotel Aston Kartika Jakarta Kamis 23 Oktober 2025 malam
Sebelumnya, MIE KRITENG AMINO juga menembus 10 finalis terbaik Lomba Poster LAM KPRS Award 2025 dan 20 Top IDEA Jateng 2025.
MIE KRITENG AMINO merupakan layanan kesehatan berbasis digital yang memungkinkan orang tua, guru, maupun pengasuh melakukan skrining tumbuh kembang anak secara mandiri, cepat, dan gratis melalui laman https://s.id/Mie-Kriteng-Amino.
Dengan mengisi kuesioner sederhana seperti GPPH, M-CHAT, dan KMME, pengguna dapat mengetahui risiko gangguan perkembangan, termasuk autisme, ADHD, dan gangguan emosi.
Hasilnya langsung menampilkan interpretasi awal sebagai panduan untuk langkah selanjutnya.
Sejak diluncurkan pada 2024, lebih dari 500 responden telah memanfaatkan platform ini.
Dari jumlah tersebut, sekitar 18% anak terdeteksi berisiko mengalami gangguan perkembangan, dan lebih dari 80% di antaranya melanjutkan terapi di Amino Hospital.
Data tersebut menunjukkan, inovasi MIE KRITENG AMINO bukan hanya mempercepat deteksi dini, tetapi juga mendorong intervensi lebih cepat, yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.
dr. Nurika Amalina mengatakan MIE KRITENG AMINO lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya kesadaran dan akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini tumbuh kembang anak.
“Kami ingin memudahkan masyarakat melakukan deteksi dini dari rumah. Dengan MIE KRITENG AMINO, skrining bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan hasilnya lebih baik bagi tumbuh kembang anak,” jelas dr Nurika
Sementara itu, Direktur RSJD Dr. Amino Gondohutomo, dr. Alek Jusran, M.Kes, menuturkan bahwa inovasi ini sejalan dengan program transformasi layanan primer berbasis digital yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Inovasi ini tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan anak, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Hingga kini, MIE KRITENG AMINO telah direplikasi di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Jawa Tengah, seperti RS Sarkies Aisyiyah Kudus, RS Aisyiyah Kudus, dan Puskesmas Rowosari Semarang.
Keberhasilan replikasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi ini adaptif, efisien, dan layak diterapkan secara nasional.
MIE KRITENG AMINO menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi layanan publik mampu menjawab tantangan keterlambatan deteksi tumbuh kembang anak di Indonesia. Amino Hospital berkomitmen terus mengembangkan inovasi ini agar semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat dan optimal.