Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kenzie Si Kecil Cabe Rawit: Dalang Cilik Asal Salatiga Lincah Bawakan Lakon Lahire Wisanggeni

kisah Kenzie Lintang Trenggono dalang cilik asal Salatiga menunjukan keahliannya memainkan wayang pada Festival Dalang Anak Nasional 2025 di TMII. (Wahyu Sulistiyawan)

Jakarta — Dalam gelaran Festival Dalang Anak Nasional 2025, muncul satu sosok kecil yang mencuri perhatian penonton dan juri. Dialah Kenzie Lintang Trenggono, dalang cilik berusia 10 tahun asal Salatiga, dengan penuh semangat membawakan lakon “Lahire Wisanggeni”.


Di Halaman Gedung Pewayangan Kautama, Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dengan berani Kenzie membawakan cerita kisah klasik pewayangan yang biasanya dibawakan oleh dalang dewasa karena kompleksitas ceritanya tanpa ada sedikit kesalahan.


Meski usianya masih dini kemampuan Kenzie dalam mendalang membuat banyak orang kagum. Dengan suara mantap dan ekspresi penuh penghayatan, ia sukses menghidupkan tokoh-tokoh pewayangan dalam lakon tersebut.


Kenzie mengungkapkan bahwa ia mulai mempersiapkan diri dengan lakon tersebut sejak Juli 2025.


“Dari Juli, kira-kira tiga sampai empat bulan,” ujarnya kepada Diswayjateng.com, Selasa 3 Nobember 2025 malam.


Latihan intensif dijalani di bawah bimbingan pelatih Agung Ridho Pamestu dari Sanggar Padoroso, Salatiga sebuah sanggar yang dikenal aktif mencetak generasi penerus dalang muda.


Meski lakon yang dibawakan termasuk “berat” karena memuat konflik dan nilai-nilai moral yang kompleks, Kenzie tampil tanpa kendala berarti.


“Puji Tuhan, enggak ada kendala. Lancar semua, sesuai dengan latihan dan arahan pelatih,” katanya dengan senyum lega.


Ternyata, kecintaan Kenzie terhadap dunia pedalangan bukan muncul begitu saja. “Ada keturunan dari Mbah Buyut,” ungkapnya.


Di rumahnya, ia terbiasa melihat koleksi wayang peninggalan sang buyut. Dari sanalah, bibit kecintaan pada dunia pewayangan tumbuh dan berkembang.

“Dulu suka nonton-nonton wayang di rumah. Terus minta ikut latihan ke Bapak,” kenang Kenzie, yang kini duduk di bangku kelas 4 SD.


Dukungan keluarga pun menjadi pendorong penting di balik semangatnya untuk terus mengasah kemampuan sebagai dalang muda.


Menurut pelatihnya, Agung Ridho Pamestu, regenerasi dalang di Salatiga menunjukkan tren positif.


“Anak-anak di Sanggar Padoroso sangat antusias latihan. Ada yang tiga kali seminggu, bahkan empat kali,” jelasnya.


Ia menilai semangat anak-anak seperti Kenzie menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisional Jawa masih berdenyut di hati generasi muda.


Agung menambahkan, kunci menarik minat anak-anak adalah pendekatan yang menyenangkan.


“Biasanya mereka sudah senang dulu sama wayang. Tugas kami hanya memotivasi dan memberi semangat positif,” ujarnya.


Menurutnya, meski anak-anak kadang masih suka bercanda, hal itu justru bagian dari dunia mereka.


“Kalau mau gojek-gojek (bercanda) ya silakan, nanti pas latihan mereka bisa langsung serius,” tambahnya sambil tersenyum.