TEGAL — Kenali kulit sensitif dan cara merawatnya agar bebas dari iritasi berikut ini! Kulit sensitif merujuk pada kondisi kulit yang rentan terhadap iritasi akibat reaksi berlebihan terhadap berbagai faktor.
Untuk mencegah terjadinya kekambuhan, pemilik kulit sensitif harus merawat kulit mereka dengan baik dan lebih berhati-hati. Oleh karena iu, mengetahui kulit sensitif dan cara merawatnya agar bebas dari iritasi sangatlah penting.
Orang yang memiliki kulit sensitif sering kali mengalami keluhan pada kulit, seperti ruam, gatal, kering, beruntusan, serta rasa terbakar atau perih pada kulit.
Keluhan-keluhan ini umumnya muncul setelah kulit terpapar zat tertentu atau ketika terpapar udara yang kering dan dingin.
Faktor Pemicu Keluhan Kulit Sensitif
Berdasarkan informasi dari laman Alodokter, pemicu reaksi kulit sensitif bervariasi pada setiap individu. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu antara lain:
- Gangguan kulit, seperti eksim, rosacea, dan dermatitis kontak
- Polusi, seperti debu dan asap kendaraan
- Faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari dan suhu dingin atau panas
- Sering mengganti produk kosmetik atau produk perawatan kulit
- Perubahan hormon, seperti saat menjelang menstruasi dan menopause
- Efek samping obat-obatan tertentu
- Stres dan cemas berlebihan
- Selain itu, kondisi ini juga bersifat genetik. Pemilik kulit sensitif biasanya juga memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kulit yang sensitif
Cara Merawat Kulit Sensitif
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam merawat kulit sensitif:
1. Pilih produk yang ramah untuk kulit
Pemilik kulit sensitif perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Gunakanlah produk khusus untuk kulit sensitif yang umumnya mengandung lebih sedikit bahan kimia, lembut di kulit, dan tanpa wewangian. Biasanya produk ini berlabel "hypoallergenic”.
Bagi para pria, Anda bisa memilih sabun wajah pria yang bebas bahan-bahan iritatif, seperti alkohol dan pewangi, untuk mengawali rangkaian perawatan kulit wajah.
2. Menjauhi bahan iritatif
Karena mudah mengalami reaksi, pemilik kulit sensitif perlu menghindari pemakaian produk yang mengandung bahan iritatif, seperti antibakteri, deterjen, benzoil peroksida, sulfur (belerang), glycolic acid, alkohol, dan retinoid.
3. Sering memakai pelembap
Kulit sensitif rentan menjadi kering dan pecah-pecah. Untuk mencegah kulit kering, oleskan pelembap setelah mandi secara rutin.
Umumnya, pelembap yang mengandung petrolatum, minyak mineral, asam linoleat, ceramide, dimethicone, atau gliserin aman untuk kulit sensitif.
4. Batasi waktu mandi
Mandi terlalu lama bisa membuat kulit mudah rusak. Oleh karena itu, orang yang kulitnya sensitif perlu membatasi waktu mandi, cukup selama 10 sampai 15 menit saja.
Selain itu, disarankan juga untuk tidak menggunakan air yang bersuhu terlalu dingin atau panas, melainkan air hangat.
5. Batasi paparan sinar matahari dan gunakan tabir surya
Jika kulitmu sensitif terhadap paparan sinar matahari atau suhu panas, hindarilah paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Bila harus beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, kenakan pakaian tertutup, topi lebar, dan kacamata hitam.
Selain itu, gunakanlah tabir surya khusus untuk kulit sensitif dengan SPF 30 atau lebih, setiap kali akan beraktivitas di luar ruangan.
Itulah beberapa penjelasan mengenai kulit sensitif dan cara merawatnya agar bebas dari iritasi.
Pemilik kulit sensitif juga disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan berbahan katun. Pakaian berbahan ini dapat menyerap keringat, sehingga kulit dapat terhindar dari biang keringat dan iritasi.
Setiap hendak memakai suatu produk untuk kulit, pemilik kulit sensitif perlu melakukan tes pada kulit terlebih dahulu.
Caranya adalah dengan mengoles produk tersebut pada lengan, lalu membiarkannya beberapa saat. Jika kulit menjadi kemerahan, gatal, atau perih, berarti produk tersebut tidak cocok digunakan.